Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Info Lur! Pelayanan Wisata Nepal Van Java di Magelang Diliburkan Sementara, Ini Alasannya..

Naila Nihayah • Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:35 WIB

 

BERKABUT: Suasana Nepal Van Java di Dusun Butuh, Temanggung, Kaliangkrik saat musim hujan kerap dipenuhi kabut tebal.
BERKABUT: Suasana Nepal Van Java di Dusun Butuh, Temanggung, Kaliangkrik saat musim hujan kerap dipenuhi kabut tebal.

MUNGKID - Pelayanan destinasi wisata Nepal Van Java Magelang diliburkan sementara, mulai hari ini (8/8/2024) hingga Senin (12/8/2024) mendatang.

Begitu pula dengan pelayanan pendakian Gunung Sumbing via Butuh, Temanggung, Kaliangkrik.

Karena selama lima hari itu, ada serangkaian acara dalam rangka memperingati HUT ke-79 RI dan merti dusun atau saparan.

Kepala Dusun Butuh Lilik Setiyawan mengatakan, kegiatan adat tahunan yang disebut sebagai saparan itu digelar setiap bulan Safar.

Karena itu, warga sepakat meliburkan pelayananan wisata Nepal Van Java dan pendakian Gunung Sumbing mulai 8-12 Agustus 2024.

Kendati begitu, pagi tadi masih ada sejumlah wisatawan yang berkunjung dan warga tetap melayaninya seperti biasa.

"Jadi, siang ini warga mulai bersih-bersih di jalan dan persiapan lainnya. Sehingga sudah tidak ada pelayanan kepada wisatawan. Mereka (warga) sebetulnya ingin (libur) mulai besok, tapi saya minta hari ini agar mereka tidak hanya mengurusi wisatanya saja," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (8/8/2024).

Dia menjelaskan, warga akan membersihkan area rumah dan lingkungannya dalam dua hari ini.

Karena bertepatan dengan HUT ke-79 RI, warga Dusun Butuh juga menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik pada Sabtu (11/8/2024). Mulai dari sejumlah lomba hingga pentas kesenian dari lima komunitas.

Kemudian pada Minggu, (12/8/2024), ada merti dusun atau saparan. Bahkan, pasar desa setempat sudah ramai dipenuhi warga untuk berbelanja.

Lilik menyebut, saparan ini menjadi agenda rutin tahunan di Dusun Butuh yang harus tetap dilestarikan.

Tujuannya sebagai ungkapan rasa syukur warga kepada Tuhan melalui para leluhur dengan warisan pertanian, sosial, dan seni budayanya.

Rangkaian kegiatannya diawali dengan mujahadah. Begitu rampung, dilanjutkan dengan kirab gunungan hasil bumi berupa sayur-mayur sekitar pukul 14.00.

Kirab itu, dimulai dari kediamannya menuju sumber mata air bernama Tuk Si Jago. Lalu, peserta kirab akan membawa gunungan itu menuju Taman Depok untuk umbar tumpeng dan kembul bujono bersama seluruh pengunjung.

"Kita doakan terlebih dahulu. Lalu, gunungan hasil buminya akan diperebutkan warga. Selain itu, ada tumpeng berupa nasi, ayam ingkung, dan lainnya yang akan dimakan bersama-sama. Sementara masih satu (gunungan)," tambahnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#hasil bumi #Magelang #Info #Pelayanan Wisata #Dusun Butuh #saparan #Nepal Van Java #gunung sumbing #libur #hut ke-79 ri #pelayanan pendakian #merti dusun #leluhur #diliburkan sementara