Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wow! Sembilan Balon Udara Berbagai Motif Mengudara di Alun-alun Kota Magelang: Festival Perdana, Tarik Perhatian Pengunjung dari Berbagai Daerah

Naila Nihayah • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 16:52 WIB
DAYA TARIK: Balon udara berbagai motif diterbangkan di Alun-alun Kota Magelang, Sabtu (3/8/2024).
DAYA TARIK: Balon udara berbagai motif diterbangkan di Alun-alun Kota Magelang, Sabtu (3/8/2024).

MAGELANG - Ribuan warga dari berbagai daerah tumplak di Alun-alun Kota Magelang, Sabtu (3/8/2024).

Mereka hendak menyaksikan penerbangan balon udara yang pertama kali digelar di Kota Magelang.

Event yang menjadi satu rangkaian dari kegiatan Pasar Raya Magelang (PRM) itu, menerbangkan total sembilan balon yang mengudara dengan berbagai motif.

Sejak pukul 05.30, warga sudah memadati alun-alun. Proses penerbangan balon udara yang terbuat dari kertas minyak itu, dimulai pukul 06.00.

Mekanismenya, sejumlah orang yang berperan sebagai operator membakar kayu di dalam sebuah tungku. Tujuannya untuk mengisi udara di dalam balon.

Ketika udara di dalam balon sudah terisi penuh, barulah diterbangkan tepat pukul 07.10.

Namun, balon udara itu tidak dilepas begitu saja. Ada beberapa tali sebagai tambatan sekaligus untuk menarik dan mengontrol arah balon.

Hanya saja, karena keterbatasan tempat, membuat balon saling bertabrakan.

Selain itu, angin yang cukup kencang membuat balon itu susah terbang.

Sehingga balon tersebut hanya mengudara kurang dari satu jam. Tetapi, ada juga balon yang berhasil mengudara hingga ketinggian sekitar 30-40 meter.

Nahasnya, saat diterbangkan, ada beberapa balon yang sobek karena tersangkut tenda.

Project Management Pasar Raya Magelang Yopi Ade Candra menjelaskan, selain untuk hiburan, festival balon udara ini menjadi sarana edukasi kepada masyarakat.

Edukasi agar tidak melepasliarkan balon udara, apalagi ditambah meberbangkan balon udara dengan petasan sehingga mengakibatkan kecelakaan.

Kali ini, festival tersebut menggandeng teman-teman komunitas di Wonosobo dan Magelang.

"Sehingga balon udara itu bisa dinikmati warga Kota Magelang dan sekitarnya," katanya di sela kegiatan.

Dia menyebut, ada sembilan balon udara yang diterbangkan.

Peserta saat akan menerbangkan balon udara.
Peserta saat akan menerbangkan balon udara.

Sejatinya durasi waktu mulai dari persiapan hingga penerbangan, berlangsung selama dua jam.

Namun, kurang dari dua jam, balon tersebut sudah dikemas kembali karena tetap memperhatikan arah angin.

Sementara itu, peserta festival balon dari komunitas di Wonosobo Eko Cahyono menyebut, sudah empat kali menerbangkan balon serupa, di Wonosobo dan Purwokerto.

Tetapi kali ini, cuaca yang kurang baik membuat sejumlah balon udara tidak terbang dengan maksimal.

"Anginnya tidak bersahabat. Tadi sempat terbang dua kali dengan ketinggian antara 30-40 meter. Kalau dipaksakan terbang, nanti hancur," terangnya.

Selain angin, kendala lain adalah banyaknya stan di area alun-alun. Sehingga ada keterbatasan tempat. Bahkan, balon satu dengan lainnya kerap bertabrakan.

"Biasanya stan di pinggir, kita bebas (menerbangkan balon). Ini banyak gangguan. Kalau clear, mungkin bisa leluasa meskipun anginnya kurang bersahabat," imbuhnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Pasar Rakyat Magelang #Magelang #Alun alun kota Magelang #wonosobo #Balon Udara #Kota Magelang #festival balon