PURWOREJO - Jajaran legislatif DPRD Purworejo berharap pemerintah kabupaten (pemkab) segera menyelesaikan proyek Mini Zoo Purworejo yang berlokasi di Jalan Purworejo-Magelang, Kelurahan Keseneng, Kecamatan/Kabupaten Purworejo.
Meski, dalam keberlanjutannya harus memperhatikan aspek keamanan.
Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi mewanti-wanti, proyek yang didanai APBD Purworejo Tahun Anggaran (TA) 2023 senilai kurang lebih Rp 9,4 miliar itu agar tidak mangkrak.
"(Proyek Mini Zoo, Red) Jangan sampai terbengkalai, tetapi tetap harus melihat aspek keamanan. Jangan sampai uang milik pemerintah daerah (pemda) yang sudah diinvestasikan hilang begitu saja," katanya, Jumat (2/8/2024).
Proyek Mini Zoo ini, sebelumnya telah diaudit oleh tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah.
Hasil audit tersebut, merekomendasikan Bupati Purworejo untuk memerintahkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata (Dinporapar) Purworejo guna menunjuk tenaga ahli independen untuk menilai kelayakan dan fungsi bangunan mini zoo.
Saat ini, penilaian terhadap proyek tersebut telah dilakukan oleh tim ahli independen dari Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dan memang ditemukan kerusakan bangunan di mini zoo.
"Hasil penilaian tim ahli, ada dua rekomendasi untuk proyek mini zoo itu yaitu rekomendasi jangka pendek dan jangka panjang," ujarnya.
Adapun, rekomendasi jangka pendek meliputi upaya meminimalkan kerusakan akibat pergerakan tanah di lokasi mini zoo.
Pihak-pihak yang bertanggung jawab harus melakukan antisipasi terhadap gerakan tanah, utamanya pada saat memasuki musim penghujan.
Hal ini mencakup pengelolaan limpahan air dengan penambahan drainase, penanaman vegetasi untuk mencegah longsor, serta penambahan volume timbunan dan pemadatan tanah.
Sementara untuk rekomendasi jangka panjang, diperlukan redesain lokasi mini zoo.
"Apakah lokasi mini zoo saat ini akan dipakai untuk kawasan hutan atau taman kota," jelas Dion.
Kendati demikian, Dion mengungkapkan ketidak setujuannya terhadap keberadaan mini zoo di Purworejo, ini berkaca dari kondisi kebun binatang lain yang seringkali memprihatinkan karena kekurangan biaya pemeliharaan.
"Kita perlu duduk bersama, memperoleh masukan semua pihak, akan dimanfaatkan untuk apa (mini zoo)," tegasnya.
Menurutnya, perlu mempertimbangkan sejumlah aspek, salah satunya aspek keuntungan.
"Meski nantinya, pemanfaatan berubah, tapi harus tetap dimanfaatkan," tambahnya. (han)
Editor : Winda Atika Ira Puspita