Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cincin Kenangan Nenek Dipakai Selama 3 Tahun hingga Membengkak: Pelajar SMK Minta Damkar Kabupaten Magelang Lepas Cincinnya, Begini prosesnya...

Naila Nihayah • Kamis, 1 Agustus 2024 | 17:39 WIB

 

HATI-HATI: Petugas Damkar Kabupaten Magelang dengan penuh kehati-hatian melepas cincin yang melingkar di jari Arya, Kamis (1/8/2024).
HATI-HATI: Petugas Damkar Kabupaten Magelang dengan penuh kehati-hatian melepas cincin yang melingkar di jari Arya, Kamis (1/8/2024).

MUNGKID - Dengan langkah mantap, pelajar SMK Muhammadiyah 2 Borobudur Nasuha Arya Putra datang ke kantor Damkar Kabupaten Magelang.

Tidak sendirian, ia ditemani dua gurunya. Rupanya, Arya hendak meminta tolong untuk melepaskan cincin di jari manisnya yang sudah membengkak.

Mengetahui tujuan Arya, petugas Damkar Kabupaten Magelang segera menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan.

Sebelum dieksekusi, jari manis sebelah kirinya diberi plaster putih sekitar pukul 09.00.

Lantas, petugas menyusupkan fiber sebagai penahan agar tidak terkena kulit saat dipotong.

Kemudian, sisi atas dan bawah diberi penopang serupa penggaris. Barulah petugas mengeksekusinya dengan gerinda mini.

Sesekali, petugas bertanya kepada Arya. Karena saat gerinda mini mengenai cincin logamnya, akan mengeluarkan sensasi panas.

Oleh sebab itu, selama proses evakuasi berlangsung, ada petugas lain yang bertugas untuk memegang alat dan menyemprotkan air.

Dalam kurun waktu 10 menit, cincin logam milik Arya itu berhasil dilepas. Raut semringah tercetak jelas di wajahnya yang menandakan kelegaan.

Arya menyebut, cincin tersebut sudah dipakai selama tiga tahun ini. Tepatnya saat dirinya masih duduk di bangku kelas 1 SMP.

"Soalnya itu (cincin) pemberian dari nenek saya. Kalau saya lepas, takutnya hilang. Makanya saya biarin sampai sekarang, eh malah membengkak," ujarnya, Kamis (1/8/2024).

Dia mengaku, jarinya sudah membengkak sekitar satu minggu. Sebelum memutuskan ke Damkar Kabupaten Magelang, ia sudah berupaya melepas cincin itu secara mandiri menggunakan sabun.

Alih-alih berhasil, upaya itu justru gagal dan jarinya semakin membengkak.

Sejak saat itu, jarinya semakin terasa perih dan pegal. Mau tidak mau, cincin logam yang telah dikenakan selama tiga tahun itu harus dilepas. Agar tidak semakin membengkak. Dia pun mantap meminta bantuan damkar untuk melepasnya.

Cincin berhasil dilepas.
Cincin berhasil dilepas.

Saat proses evakuasi berlangsung, ia sedikit takut jika gerinda mini itu mengenai kulitnya.

"Memang sengaja langsung datang ke damkar karena sering mengetahui kalau petugasnya bisa melepas cincin. Sering lewat fyp (di beranda Tiktok). Rencananya mau disimpan (cincinnya)," jelas remaja 17 tahun itu.

Sementara itu, anggota rescue Damkar Kabupaten Magelang Nur Faizin bersyukur, proses evakuasi pelepasan cincin berjalan dengan lancar. Apalagi dia dibantu dua rekannya.

"Tidak ada kendala. Lepas sekitar 10 menitan. Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap Damkar Kabupaten Magelang," tambahnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#cincin logam #SMK Muhammadiyah 2 Borobudur #gerinda mini #melepas cincin #sensasi panas #Jari Manis #membengkak #Damkar Kabupaten Magelang #Mungkid