Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemdes Adipuro Tutup Akses ke Blumbang Roto untuk Wisatawan, Begini Respon Disparpora Magelang..

Naila Nihayah • Selasa, 30 Juli 2024 | 23:25 WIB

 

FOTO: Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto.
FOTO: Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto.

MUNGKID - Akses jalan menuju Blumbang Roto resmi ditutup oleh Pemdes Adipuro untuk wisatawan pada Sabtu (27/7/2024).

Banyaknya wisatawan yang melintas kawasan tersebut, dinilai mengganggu aktivitas petani.

Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Magelang pun angkat bicara terkait hal tersebut.

Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto melihat, penutupan tersebut merupakan dinamika yang terjadi di masyarakat.

Serta ada miskomuninasi sehingga perlu duduk bersama.

"Petani punya cara berpikir, punya konsep sendiri. Maka kita berharap adanya kolaborasi," katanya, Selasa (30/7/2024).

Mulyanto menjelaskan, dengan adanya kolaborasi tersebut, petani memiliki andil untuk ikut serta membangun pariwisata di Kabupaten Magelang.

Terlebih, kawasan Blumbang Roto memiliki kesamaan dengan Negeri Sayur Sukomakmur.

Keduanya sama-sama menyajikan lanskap alam serta hamparan sayur-mayur.

Dia menyebut, Blumbang Roto berpotensi untuk disulap layaknya Negeri Sayur Sukomakmur yang menyajikan agrowisata.

Menurut dia, agrowisata juga memuat edukasi kepada wisatawan. Sebab tidak hanya bicara soal hasil, tapi juga proses.

"Dibesut oleh Desa Sukomakmur menjadi negeri sayur karena sayur juga menjadi ladang untuk mengais pariwisata, membersamai pariwisata. Cuma ini ada miskomunikasi, sehingga harus duduk bersama," ujarnya

Dia berharap, masyarakat dapat turut serta membangun pariwisata dan edukasi terkait potensi di Blumbang Roto.

Namun, harus ada kolaborasi dengan seluruh komponen masyarakat. Baik oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis), gabungan kelompok tani (gapoktan), dan lainnya.

Dengan begitu, keberadaan Blumbang Roto di Dusun Prampelan, Adipuro, Kaliangkrik dapat menjadi wisata penyangga Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur.

Apalagi dia menilai, geliat masyarakat untuk berwisata ke destinasi alam, cukup diminati. Hal itu praktis memberi multiplier effect.

Mulyanto pun mengaku kaget dengan langkah pemdes menutup akses jalan itu untuk wisatawan.

Namun, dia tidak menampik, konsep pariwisata memang membutuhkan waktu demi mewujudkan 3A atau atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.

Sebetulnya, lanjut dia, dengan viralnya Blumbang Roto sebagai wisata alam yang hidden gem, mampu menggaet wisatawan dari berbagai daerah untuk datang.

"Justru ini bagus. Mudah-mudahan ke depan bisa duduk bersama, dengan pak lurah, pak kades, serta petani," paparnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Borobudur #agrowisata #miskomunikasi #Kabupaten Magelang #Pemdes Adipuro #Multiplier Effect #lanskap alam #Pariwisata #wisata penyangga #Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) #Mungkid #negeri sayur sukomakmur #Disparpora Magelang #Blumbang Roto Magelang #respon