Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemdes Adipuro Tutup Akses Jalan Blumbang Roto Magelang untuk Wisatawan: Menjaga Aktivitas Pertanian, Begini Detailnya..

Naila Nihayah • Selasa, 30 Juli 2024 | 19:28 WIB

 

DIPASANG PAPAN: Warga Prampelan, Adipuro, Kaliangkrik resmi menutup akses jalan untuk wisatawan karena dinilai mengganggu aktivitas petani.
DIPASANG PAPAN: Warga Prampelan, Adipuro, Kaliangkrik resmi menutup akses jalan untuk wisatawan karena dinilai mengganggu aktivitas petani.

MUNGKID - Pemerintah Desa (Pemdes) Adipuro resmi menutup akses jalan menuju Blumbang Roto untuk wisatawan.

Keputusan ini diambil, karena kehadiran wisatawan dinilai mengganggu aktivitas petani setempat.

Jalan menuju Blumbang Roto sempit, sehingga wisatawan sering memarkirkan kendaraannya di sepanjang jalan, menghambat akses petani.

Blumbang Roto, terletak di Dusun Prampelan, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang, digadang-gadang sebagai hidden gem-nya Magelang dan menjadikannya sebagai spot foto menarik. 

Di sana, terkenal dengan lanskap alamnya dan pemandangan Gunung Sumbing. Jika beruntung, area itu akan diselimuti hamparan awan.

Spot ini viral di media sosial (medsos) karena keindahannya, pun banyak wisatawan dari berbagai daerah datang ke kawasan tersebut.

Namun, keberadaan wisatawan menimbulkan keluhan dari petani.

Kepala Desa Adipuro Waluyo mengatakan, sejatinya Blumbang Roto belum dibuka secara resmi untuk wisata.

Hal ini karena aksesnya masih sempit dan merupakan jalan usaha tani. Ketika wisatawan dan petani berpapasan, akan terjadi ketidaknyamanan.

Sejumlah warga juga mengeluh terkait keberadaan wisatawan tersebut.

"Untuk kebaikan semuanya, bagi wisatawan yang ingin ke Blumbang Roto, ya terima kasih sekali sebenarnya. Tapi mohon maaf, kami dari desa belum bisa memberi kesempatan itu karena jalannya belum cukup dan di situ tanjakan terjal," katanya," Selasa (30/7/2024).

Pemdes bersama warga telah memasang papan informasi bertuliskan "jalan usaha tani, bukan jalan wisata" di jalur masuk menuju Blumbang Roto pada Sabtu (27/7/2024). Serta beberapa titik yang kerap dijadikan spot foto wisatawan.

Dengan lebar jalan kurang dari 2 meter, petani kesulitan menghindari wisatawan yang melintas atau kendaraan yang diparkir di tepi jalan. Ditambah jika petani membawa hasil pertaniannya.

Blumbang Roto kerap dikunjungi wisatawan sejak satu tahun belakangan ini, hingga viral di medsos.

"Jalannya tidak cukup untuk berpapasan karena mereka juga membawa rumput dan lainnya. Itu kalau (petani) mau menghindar, tidak bisa. Kan itu (jalan) bukan tempat parkir karena mereka rata-rata parkirnya di tepi jalan," ujarnya.

Dia tak menampik, pemandangan di kawasan itu memang dinilai cukup bagus dan cocok untuk berfoto atau menepi dari hiruk-pikuk perkotaan.

Pun, pemdes tak menyangka jika Blumbang Roto akan viral, padahal pihaknya belum mendeklarasikannya menjadi destinasi wisata.

Di sisi lain, dia khawatir ada investor masuk menawarkan investasi di area tersebut dan menjadikannya destinasi wisata.

"Itu salah satu kekhawatiran juga ada, karena orang sini lahannya sedikit. Sehingga kalau nanti dijual, istilahnya mesakke anak putune (anak cucunya) kehilangan aset selamanya," jelasnya.

Waluyo menambahkan, meski ditutup untuk wisatawan, jalur tersebut tetap bisa dilalui pendaki yang menuju Gunung Sumbing.

Camat Kaliangkrik Djoko Susilo menambahkan, sebagian besar wilayah di Kecamatan Kaliangkrik memiliki spot pemandangan yang cukup menawan, termasuk Blumbang Roto. 

"Tapi selama ini, belum dikelola secara resmi sebagai objek wisata. Baik oleh desa maupun kelompok atau komunitas yang ada di desa," tambahnya.

Kendati begitu, pemdes berencana mengembangkan Blumbang Roto menjadi desa wisata, namun masih mempertimbangkan dampaknya terhadap kultur religi di Desa Adipuro.

Djoko berharap pengembangan wisata di area itu, tidak mempengaruhi kultur yang ada di desa tersebut. Apalagi area Blumbang Roto merupakan jalan usaha tani. 

"Sehingga pemdes dan masyarakat menganggap bahwa kehadiran mereka belum benar-benar bisa disinkronkan dengan kebutuhan desa," imbuhnya. (aya).

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pemdes #Pemdes Adipuro #Magelag #Akses jalan menuju Blumbang Roto ditutup #pemandangan Gunung Sumbing #menutup akses jalan #kaliangkrik magelang #Mungkid #Blumbang Roto Magelang #pengembangan wisata