Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pembangunan TPS Bojong Magelang Tunggu Kajian dari DPUPR Soal Nomenklatur Penamaan: Antara TPST atau TPS3R

Naila Nihayah • Selasa, 23 Juli 2024 | 23:35 WIB

 

TAK TERAWAT: Lokasi pembangunan TPS ditumbuhi semak belukar. Belum ada aktivitas pembangunan infrastruktur di sana.
TAK TERAWAT: Lokasi pembangunan TPS ditumbuhi semak belukar. Belum ada aktivitas pembangunan infrastruktur di sana.

MAGELANG - Pemkot Magelang masih melakukan kajian terhadap pembangunan tempat pengolahan sampah (TPS) di Bojong, Jurangombo Selatan, Magelang Selatan.

Ini karena, belum ada putusan mengenai nomenklatur penamaan dari TPS tersebut. Sehingga belum ada proses pembangunan infrastruktur di lokasi itu.

Berdasarkan pantauan, akses jalan menunju lokasi yang hendak dijadikan TPS tersebut sudah diperbaiki. Namun, lokasi calon TPS itu banyak ditumbuhi semak belukar dan tidak terawat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang M Yunus mengatakan, proses pembangunan akses jalan masuk menuju TPS, sudah rampung.

Sedangkan infrastuktur pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah masih berproses.

Namun, hal itu menjadi kewenangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Dia mengatakan, DPUPR hendak me-review soal nomenklatur dari TPS tersebut.

"Masih di-review. Apakah itu TPST, TPS3R skala kota, atau bagaimana. Itu yang masih dibahas. Sehingga untuk proses pembangunannya setelah pembahasan master plan-nya selesai," kata dia di kantornya, Selasa (23/7/2024).

Yunus menjelaskan, ketika TPS itu difungsikan sebagai TPS3R berarti hanya pengelolaan sampah saja, sehingga sampahnya harus habis terkelola di sana.

Berbeda halnya dengan TPST, selain ada kegiatan pengelolaan sampah, tetapi juga bisa difungsikan sebagai pengelolaan residu.

Baca Juga: Pekan Imunisasi Nasional Polio di Kulon Progo Gunakan Vaksin Tetes

"Apakah nanti (sampah) di Banyuurip bisa dialihkan 100 persen ke sana, ya tergantung dari kajian," ujarnya.

Ketika master plan sudah disusun, kata dia, bakal ada kajian terkait keuntungan maupun dampak dari TPS3R atau TPST. Sebab keduanya memiliki sistem yang berbeda.

Termasuk ada ketentuan soal jarak lokasi dengan pemukiman warga serta kesesuaian alat atau mesin yang bakal digunakan untuk memilah sampah.

Sementara saat ini, pemkot masih harus menyelesaikan urusan penanganan sampah di TPSA Banyuurip. Karena hanya tersisa satu sel aktif saja.

Gunungan sampahnya pun nyaris mencapai batas maksimum 10 meter. Sedangkan volume sampah yang masuk sekitar 70 ton setiap harinya.

"Harapan kami, pembangunan TPS Bojong itu mampu mengatasi masalah sampah di Kota Magelang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang MS Kurniawan menambahkan, review master plan terkait nomenklatur TPS Bojong masih berproses.

"Untuk menentukan apakah nanti di sana namanya TPST atau TPS3R. Meski begitu, harapannya dapat mengurangi tumpukan sampah di TPSA Banyuurip," tambahnya.

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengatakan, proses pembangunan TPS Bojong belum ada perubahan yang signifikan. Meski begitu, prosesnya terus berlanjut.

"Kekurangan anggarannya mau disatukan di (APBD) perubahan 2024. Mudah-mudahan ada alat yang kami pasang di sana untuk istilahnya pengolahan sampah," imbuhnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kepala dinas lingkungan hidup kota magelang #magelang selatan #Magelang #DPUPR #TPS Bojong Magelang #Pemkot Magelang #nomenklatur #infrastruktur #kajian