Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sederhana! 12 Pasang Pengantin Ikuti Nikah Bareng di Unimma Magelang, Maharnya Kaligrafi dan Getuk

Naila Nihayah • Selasa, 2 Juli 2024 | 20:47 WIB
SEMRINGAH: Pasangan pengantin ini memperlihatkan buku nikah di atas tangga di depan Masjid Manaarul
SEMRINGAH: Pasangan pengantin ini memperlihatkan buku nikah di atas tangga di depan Masjid Manaarul

MUNGKID - Dua belas pasang pengantin dari berbagai daerah mengikuti nikah bareng Uiversitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Selasa (2/7/2024).

Uniknya, mahar yang digunakan tergolong sederhana. Yakni berupa seperangkat alat salat, kaligrafi, dan sebuah tumpeng getuk.

Sebelum melangsungkan ijab kabul, ada prosesi kirab pengantin dengan cucuk lampah sepuluh penari dari mahasiswi Unimma.

Kirab itu dilakukan dengan berjalan dari halaman kantor Kecamatan Mertoyudan diikuti 12 calon pengantin dengan menggunakan busana tradisional dan modern muslim.

Senyum bahagia, terlihat jelas dari seluruh pasangan. Apalagi ketika mereka tiba di depan Masjid Manaarul 'Ilmi, kompleks Unimma. Keluarga dan sanak saudara sudah menanti.

Dekorasi pernikahan pun cukup sederhana. Kegiatan bertajuk 'Nikah Bareng Meriah' ini diadakan dalam rangka menyambut tahun baru 1446 Hijriah sekaligus Milad Unimma ke-60.

Setelah seluruh pasangan duduk di kursi yang disediakan, kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu, sambutan dan dilanjutkan khotbah nikah.

Dilanjutkan dengan pelepasan balon. Sebelum ijab kabul, ada penyerahan mahar berupa seperangkat alat salat, kaligrafi, dan satu tumpeng getuk kepada pihak perempuan.

Barulah masing-masing pasangan melaksanakan ijab kabul di meja lipat yang disediakan. Raut semringah menghiasi wajah keduabelas pasangan usai dinyatakan sah oleh saksi yang dihadirkan.

Sejumlah tamu undangan yang datang, tak lupa mengabadikan momentum sakral tersebut.

Bagi pasangan Reza Unggul W, (22), warga Sleman dan Lia Priani, (43), warga Magelang, nikah bareng ini menambah catatan bersejarah dalam perjalanan mereka.

"Mumpung ada nikah bareng sekalian biar halal, nggak jadi fitnah di masyarakat. Kalau nikah sendiri, biayanya juga mahal," ujar Lia saat ditemui.

Keduanya sudah menjalin hubungan selama dua tahun. Mereka tidak sengaja bertemu saat Lia menaiki bus yang disopiri oleh Reza.

Mereka mantap untuk menikah meski usianya terpaut jauh. Namun, bagi mereka, usia tidak menjadi patokan untuk membangun rumah tangga.

Mereka mengetahui informasi nikah bareng di Unimma itu dari Facebook. Kemudian, mereka tertarik untuk mengikutinya. Apalagi tidak dipungut biaya.

"(Usia) nggak jadi masalah, takdirnya memang seperti itu," timpal Reza.

Sementara itu, Ketua Forum Taaruf Indonesia (Fortais) Yogyakarta Ryan Budi Nuryanto menuturkan, kegiatan nikah bareng kali ini menggunakan sarana tangga dan meja lipat.

Filosofinya, seluruh pasangan pengantin tersebut dapat membangun rumah tangga dengan kokoh.

Ada dua belas pasangan yang mengikuti nikah bareng di Unimma. Mereka berasal dari berbagai daerah. Seperti Sleman, Wonosobo, Purworejo, Temanggung, maupun Magelang. Pengantin paling muda berusia 19 tahun dan tertua 46 tahun.

Sebetulnya, ada 20 pasangan yang mendaftar. Namun, beberapa di antaranya masih terkendala oleh dokumen persyaratan untuk menikah. Seperti tidak ada akta cerai hingga wali nikah yang enggan menikahkan.

Dia mengatakan, nikah bareng ini tidak dipungut biaya. Selain itu, peserta mendapatkan full fasilitas gratis berupa busana atau rias pengantin, mahar unik, bingkisan atau hadiah, dokumentasi dan pelaminan, serta tasyakuran berupa hidangan untuk tamu undangan.

Mahar yang digunakannya pun memang cukup sederhana. Ada getuk yang merupakan makanan khas Magelang. Lalu, ada seperangkat alat salat dan kaligrafi.

"Kaligrafi ini sebagai simbol dalam rangka menyongsong tahun baru Hijriah sekaligus milad Unimma ke-60," jelasnya.

Diharapkan, nikah bareng ini dapat memfasilitasi para pasangan untuk bisa menikah dengan selayaknya. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum bisa menikah karena terkendala sejumlah hal. Utamanya adalah soal ekonomi.

"Makanya kami bantu dengan adanya nikah bareng gratis ini," imbuhnya.

Rektor Unimma Lilik Andriyani menambahkan, nikah bareng ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Unimma. Karena menjadi satu rangkaian dari sejumlah agenda pada milad Unimma ke-60.

"Acara ini sebagai rasa syukur sekaligus mewujudkan tri dharma perguruan tinggi lewat aksi sosial nikah bareng yang kedua kalinya setelah pada tahun 2019 lalu," katanya.

Nikah bareng dengan sarana tangga dan meja lipat ini, lanjut dia, menggandung filosofi bahwa mereka akan memasuki tangga kehidupan yang lebih tinggi.

Sekaligus harus bisa melipat diri beradaptasi membangun negeri sesuai dengan zamannya.

"Sebetulnya target kami ada 30 pasangan, tapi ternyata hanya tercapai 12 pasang," sambungnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Nikah Bareng #Unimma #kirab #ijab kabul #Magelang #busana tradisional #seperangkat alat salat #calon pengantin #sederhana #prosesi kirab pengantin #Kecamatan Mertoyudan #mahar #pengantin #Mungkid #Tumpeng