MAGELANG - Pemkot Magelang terus berupaya memanfaatkan lahan tidur di wilayahnya untuk ditanami tanaman pangan.
Hal itu sejalan dengan arahan dan kebijakan dari pemerintah pusat untuk menguatkan ketahanan pangan daerah.
Tidak sendirian, pemkot menggandeng Kodim 0705/Magelang untuk bersama-sama mengelola lahan tersebut.
Ada sekitar 3,5 hektare lahan tidur yang akan dikelola di Jalan Magelang-Semarang, tepatnya di sebelah utara RSJ Prof dr Soerojo.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kota Magelang Agus Windarto mengatakan, pemkot memanfaatkan lahan tidur sebagai lahan pertanian.
Terutama lahan yang belum dikelola dengan baik.
"Kami bersama TNI akan mengelola lahan-lahan tidur yang belum optimal sebagai lahan pertanian," katanya, Jumat (28/6/2024).
Agus menjelaskan, nantinya lahan tidur itu akan ditanami tanaman pangan dan hortikultura semusim yang bisa dipanen dalam satu musim saja.
Sehingga, ketika ada kebijakan baru terkait fungsi lahan tersebut, tidak mengganggu masa tanam.
"Jenis tanaman pangan tersebut seperti jagung, ketela, cabai, dan lainnya," ujarnya.
Dia melanjutkan, ketika pemkot belum memiliki kebijakan baru untuk memanfaatkan lahan tidur itu, bisa digunakan kembali untuk menanam tanaman pangan.
"Sesuai dengan perjanjian kerjanya, satu tahun (pemanfaatan lahan untuk pertanian). Kalau ditanami tanaman pangan yang semusim, bisa tiga kali panen," jelasnya.
Adapun, luas Kota Magelang adalah 18,54 kilometer persegi dengan luas lahan pertanian sawah yang tersedia hanya kurang dari 142.83 hektare dan tegal 18,51 hektare.
Luasan lahan pertanian tersebut terus mengalami penyusutan dengan trend konversi alih fungsi lahan sebesar 4-5 hektare/tahun.
Wakil Wali Kota Magelang M Mansyur berharap, kegiatan di sektor pertanian dan pangan ini dapat berkontribusi mendorong perekonomian masyarakat.
"Sekaligus menginisiasi meningkatnya kemandirian pangan Kota Magelang," tambahnya.
Oleh karena itu, dia memandang kegiatan semacam ini penting untuk mengoptimalisasi pemanfaatan lahan-lahan tidur, lahan pekarangan, dan lahan sekitar permukiman. Utamanya untuk produksi tanaman pangan dan hortikultura.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan program unggulan Magelang Cantik (Magelang Cinta Organik) dan pengembangan integrated urban farming (pertanian perkotaan secara terpadu) sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Kasdim 0705/Magelang Mayor Inf Joko Nugroho menuturkan, TNI turut mendukung program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan di masing-masing daerah.
Sekaligus wujud kepedulian TNI dalam membantu pemerintah mengatasi kesulitan rakyat dan menurunkan angka anak stunting di Indonesia.
"Dengan lahan kosong yang digunakan dengan luas total 3,5 hektar ini, kami harapkan Program Ketahanan Pangan bisa dilaksanakan secara kontinyu dan berkesinambungan," katanya.
Baca Juga: Kertas Daluang, Media Tulis Kuno yang Pernah Hadir di Tengah Masyarakat Yogyakarta
Joko mengatakan, lahan milik Pemkot Magelang tersebut merupakan lahan tidur yang akan ditanami tamanan jagung.
Tanaman tersebut dipilih karena perawatannya cenderung mudah dan tidak memerlukan banyak air.
Lalu, pihaknya juga akan menanam palawija dengan sistem tumpangsari.
Lebih lanjut, menguatkan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi jagung, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain itu, keberhasilan dalam ketahanan pangan jagung juga akan berdampak positif pada stabilitas harga pangan nasional. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita