MUNGKID - Kandang kambing milik Murtopo, (32), warga Dusun Kalibening, Kalibening, Dukun dijebol maling pada Senin malam (24/6/2024).
Delapan ekor kambing pun raib, menyebabkan keruigan yang ditaksir mencapai Rp 20 jutaan.
Modusnya, maling tersebut tidak melewati pintu depan atau merusak kunci gembok. Melainkan menjebol beberapa batako di dinding sisi kiri kandang.
Setelah itu, mengeluarkan seluruh kambing yang berada di dalamnya dan melarikan diri lewat persawahan.
Kepala Dusun Kalibening Sutoyo menjelaskan, bahwa lokasi kandang yang berada di tepi jalan namun cenderung sepi dan berada di area persawahan meningkatkan potensi kehilangan hewan ternak.
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya penjaga, hanya warga setempat yang meronda.
Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada Senin malam.
"Jamnya kurang tahu, yang jelas sekitar pukul 20.00. Pemilik menyemprot tanamannya di sisi kiri kandang. Itu (kambing) masih aman, sekitar pukul 23.00-an juga ada patroli dari kepolisian," katanya di lokasi, Rabu (26/6/2024).
Dia menyebut, ada delapan ekor kambing milik Murtopo yang hilang, termasuk tiga ekor betina yang sedang hamil besar.
Rata-rata warga memang menempatkan kandang hewan ternaknya jauh dari rumah atau di area persawahan.
Baca Juga: Apresiasi Dukungan PKS di Pilgub Jakarta 2024: Anies Yakin Akan Ada Parpol Lain Bergabung
Ini karena kawasan rumah di Dusun Kalibening sudah padat atau tidak ada jarak.
Hal itu dinilai justru memberi peluang bagi pencuri untuk melancarkan aksinya. Apalagi kejadian tersebut tidak hanya terjadi sekali saja, namun berkali-kali.
Warga kerap kecolongan dan mengakibatkan kerugian, termasuk dirinya. Bukan hanya kambing, tapi juga sapi atau kerbau.
Sutoyo mengimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati dan menjaga hewan ternak miliknya.
Ditambah sudah ada warga yang meronda dan patroli polisi.
"Kandangnya diperkuat. Tidak hanya batako, tapi (pakai) batu. Kemungkinan lebih kuat dan tidak dijebol," imbaunya.
Vina Tri Noviyati (28), istri Murtopo menuturkan, pencurian itu baru diketahui saat suaminya hendak memberi makan kambing pada Selasa pagi pukul 05.15.
Namun, saat dibuka betapa terkejutnya Murtopo ketika tidak mendapati seekorpun kambing di kandangnya
"Pintunya masih digembok, tapi maling masuk lewat tembok samping yang dibobol," jelas Novi.
Padahal, di kandang tersebut ada delapan ekor kambing. Lima di antaranya betina dan tiga ekor lainnya pejantan.
"Tiga ekor betina itu dalam keadaan hamil besar. Mau lahiran, tapi sudah keburu disukai orang lain," sambungnya.
Pun, kambing-kambing itu sebetulnya hendak dikembangbiakkan dan sebagai bentuk investasi.
Namun, dia tidak mengira kambingnya dicuri orang. Dari delapan ekor tersebut, kerugian yang ditaksir mencapai Rp 20 jutaan. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita