RADAR JOGJA - Kondisi jalan menuju destinasi wisata Nepal Van Java di Desa Temanggung, Kaliangkrik, tampak memprihantinkan.
Sejumlah titik rusak dan berlubang. Padahal, jalannya menanjak. Sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati saat melaju.
Tidak sedikit masyarakat setempat maupun pengunjung yang mengeluh soal kerusakan jalan tersebut.
Baca Juga: Libur Idul Adha Belum Dongkrak Reservasi Hotel, Berbeda Tipe Libur, Okupansi Baru Mencapai 45 Persen
Apalagi Nepal Van Java menjadi satu destinasi wisata yang menjadi jujugan pengunjung. Saat ini pembangunan jalan itu sudah memasuki proses lelang.
Kepala Dusun Butuh, Temanggung, Kaliangkrik Lilik Setiyawan menyebut, ada sekitar 6,3 kilometer (km) jalan yang rusak.
Mulai dari gapura masuk di Desa Temanggung sampai Dusun Butuh. Kondisi jalan yang kurang layak itu sudah diusulkan untuk dilakukan perbaikan.
"Infonya tahun ini mau diesekusi (dilaksanakan pembangunan), pelebaran, dan peningkatan kualitas (jalan) senilai Rp 6 miliar," ujar Lilik saat dikonfirmasi, Minggu (16/6).
Camat Kaliangkrik Djoko Susilo menambahkan, perbaikan jalan itu sudah masuk dalam penganggaran APBD Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2024 ini. Selain itu, kondisi jalan lain melalui Desa Sukomakmur, Kajoran juga dianggarkan.
Terkait penganggaran, kata dia, lebih detilnya dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang. "Sedangkan jalan lain yang lewat Desa Sukomakmur tahun ini juga dianggarkan dalam APBD provinsi untuk pelebaran," terangnya.
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPR Kabupaten Magelang Priyo Suwarso mengatakan, perbaikan jalan menuju Nepal Van Java sudah diusulkan sejak lama. Namun, baru disetujui tahun ini. Nantinya, perbaikan kondisi jalan menggunakan bantuan gubernur dari APBD Provinsi Jateng.
"Usulan sudah lama dan baru turun tahun ini dari anggaran bangub (bantuan gubernur), APBD enggak ada anggaran (kabupaten). Alhamdulillah dapat bangub. Saat ini sudah proses pengadaan (lelang)," kata Priyo.
Adapun anggaran bangup itu sebesar Rp 5,9 miliar dengan panjang jalan sekitar 5,5 km. "Nanti bahu jalan kita perkeras sehingga berfungsi untuk lalu lintas menggunakan hotmix," sambung Priyo.
Editor : Heru Pratomo