PURWOREJO - Kelompok Kerja (Pokja) Pemenuhan Alat Bantu Disabilitas di Kabupaten Purworejo telah berhasil menyalurkan 183 alat bantu bagi penyandang disabilitas dan lansia. Setidaknya ada 15 jenis alat bantu yang telah disalurkan, mencakup alat bantu dengar, alat bantu jalan (kruk), hingga kursi roda adaptif.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan, Penanggulangan Bencana, dan Pemeliharaan Taman Makam Pahlawan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Purworejo Iman Ciptadi mengatakan, Pokja Pemenuhan Alat Bantu Disabilitas sudah berjalan sejak akhir 2023 lalu.
"Di 2023 lalu, data atau jumlah penyandang disabilitas kurang lebih ada 7.000 lebih orang dari berbagai jenis disabilitas," katanya Rabu (5/6/2024).
Dari jumlah tersebut, Pokja Pemenuhan Alat Bantu Disabilitas Purworejo mendata di antara 300-350 orang membutuhkan alat bantu. Penyaluran tersebut dilakukan bertahap, yakni awal 2024 sudah menyalurkan sebanyak 83 unit alat bantu.
"Dan akhir Mei 2024 kemarin kembali menyalurkan 100 alat bantu," ujarnya.
Adapun jenis alat bantu yang disalurkan mulai dari alat bantu dengar, alat bantu jalan (kruk), hingga kursi roda adaptif. Namun, penyandang disabilitas akan diverifikasi terlebih dahulu dan diskrining sebelum mendapatkan alat bantu.
"Kemudian baru diberi rekomendasi untuk pemeriksaan kesehatan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan. Setelah itu, baru mendapatkan resep dan disampaikan ke mitra alat bantu untuk fitting alat bantu," jelasnya.
Iman menyebut, Pokja Pemenuhan Alat Bantu Disabilitas tersebut menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo untuk memperhatikan dan memenuhi hak para penyandang disabilitas.
Langkah atau upaya tersebut, juga mendapatk apresiasi dari Komisi Nasional Disabilitas Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.
"Ini karena Kabupaten Purworejo merupakan kabupaten pertama yang menggunakan pola mekanisme pokja alat bantu untuk pemenuhan alat bantu bagi disabilitas dan lansia," terangnya.
Pokja tersebut terdiri dari multi stakeholders yaitu menggandeng Dinas Kesehatan, Bapeddalitbang, DPPPAPMD Purworejo, serta didukung oleh Pusat Rehabilitasi Yakkum Jogjakarta.
Kegiatan pemberian alat bantu tersebut, nantinya akan menjadi kegiatan yang rutin dilaksanakan. "Bahkan, akan direplikasi oleh kabupaten/kota lain dengan dilaksanakannya beberapa kali workshop di provinsi dan workshop nasional di Bali awal 2024 lalu," tambahnya. (han)
Editor : Winda Atika Ira Puspita