Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jembatan Gantung Ngembik Magelang Dibongkar, Warga Menyeberang dengan Alternatif Ini

Naila Nihayah • Rabu, 5 Juni 2024 | 17:41 WIB
BANTU PENYEBERANGAN: Warga Bandongan menginisiasi pembuatan gethek bambu untuk menyeberangi Sungai Progo.
BANTU PENYEBERANGAN: Warga Bandongan menginisiasi pembuatan gethek bambu untuk menyeberangi Sungai Progo.

MAGELANG - Jembatan gantung penghubung antara Ngembik Lor, Kota Magelang dengan Bandongan, Kabupaten Magelang telah dibongkar. Warga setempat pun menginisiasi pembuatan getek bambu sebagai perantara untuk menyeberangi Sungai Progo. Hal ini dilakukan sebagai upaya memudahkan mobilitas warga.

Getek itu dimodifikasi sedemikian rupa agar mampu membawa puluhan warga dari kota menuju Kabupaten Magelang, begitupun sebaliknya. Getek yang terbuat dari anyaman bambu, di bawahnya dilengkapi dengan puluhan galon bekas agar mengapung di sungai.

Selain itu, dua bangku memanjang disediakan untuk warga agar bisa duduk dalam getek tersebut. Pun empat tiang bambu sebagai penopang atap yang memanfaatkan banner bekas, sebagai pelindung penumpang agar tidak kepanasan. Ada pula empat buah umbul-umbul.

Warga setempat telah mengembangkan metode unik untuk mengoperasikan getek di sungai. Sistem kerjanya menggunakan tali berupa kabel bekas dan bambu yang membentang sepanjang sekitar 50 meter. 

Tali ini berfungsi sebagai pegangan utama agar getek dapat bergerak dengan stabil dan aman. Ketika ada penumpang yang naik, dua warga bertindak sebagai sopir getek. Mereka bekerja sama untuk menarik tali, sehingga getek dapat melintasi sungai.

Inisiatif lokal ini tidak hanya memanfaatkan bahan-bahan bekas secara kreatif, tetapi juga menunjukkan semangat gotong royong dalam melayani kebutuhan transportasi antarwarga setempat itu.

Ketika sampai di tujuan, warga akan memberikan upah seikhlasnya pada kotak yang tersedia. Mulai dari Rp 1 ribu, Rp 2 ribu, hingga Rp 3 ribu. Selain bisa membantu warga untuk menyeberang, warga sebagai inisiator pembuatan getek itu bisa mengais rezeki.

Warga Dusun Candi, Sidorejo, Bandongan Fathoni mengatakan, pembuatan getek bambu ini diinisiasi oleh dirinya dan tiga teman lain. Pembuatan sarana untuk penyeberangan warga ini menjadi pengalaman kedua baginya. Pada 2011 lalu, ketika jembatan gantung Ngembik putus, dia juga membuat hal serupa dengan memanfaatkan ban.

Dia mengaku prihatin dengan warga yang biasanya memanfaatkan jembatan gantung untuk menyeberang dari kota ke Kabupaten Magelang atau sebaliknya. Lebih-lebih, banyak warga dari Bandongan yang bekerja di Kota Magelang.

Ketika jembatan dibongkar, praktis mereka akan memilih rute yang lebih jauh. "Itu kan jadi repot kalau mereka harus mutar jauh. Makanya saya punya ide buat itu (getek bambu). Terus saya bilang sama teman-teman kalau saya buat rakit penyeberangan gimana, ikut nggak," katanya, Rabu (5/6/2024).

Ternyata, ide tersebut disambut baik oleh ketiga temannya. Mereka bersama-sama merakit getek bambu. Getek tersebut memanfaatkan sejumlah bambu dan lebih dari 100 galon bekas. Lantas, mulai beroperasi sejak Jumat (31/5/2024) lalu. Mulai pukul 05.30 hingga 18.00.

Dia menyebut, setiap hari ada dua orang yang menjalankan getek tersebut. Sementara dua lainnya akan bergantian di hari selanjutnya. Sistemnya, satu hari bekerja, satu hari libur.

"Gantian. Satu hari ini saya (yang menjalankan getek). Besok gantian, saya libur," ujar laki-laki 56 tahun. 

Getek itu mampu membawa hingga 20-an penumpang. Namun, dia biasanya hanya membawa beberapa penumpang saja. Terbanyak ada 17 orang, artinya banyak warga yang terbantu dengan adanya getek tersebut. Terlebih saat hari libur.

Fathoni menambahkan, tidak mematok tarif untuk jasa penyeberangan tersebut. Warga secara sukarela akan mengisi kotak yang telah disediakan.

"Nggak (dikasih) juga nggak papa. Intinya kerja sambil ibadah. Kebanyakan ngasihnya ada yang Rp 1 ribu, Rp 2 ribu," jelasnya.

Dalam sehari, mereka dapat menghasilkan sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 125 ribu. Harapan dari insiatif ini adalah dapat membantu dan meringankan beban para pekerja serta anak-anak sekolah yang hendak menyeberang sungai.

Bahkan, kehadiran getek itu menjadi satu hal yang menarik dan dijadikan destinasi wisata. Tak jarang, banyak warga yang sengaja datang untuk mencoba sensasi menyeberangi Sungai Progo dengan getek bambu saat hari libur.

Sementara itu, warga Rejosari, Bandongan Rondiyah (65) mengaku terbantu dengan adanya getek bambu tersebut. "Sudah ada sejak Jumat. Ini (getek) menolong kami yang bekerja di Ngembik Lor, Kota Magelang," tambahnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#anyaman bambu #lokal #mobilitas warga #Magelang #kreatif #gotong royong #mengapung #kabel bekas #bambu #anak-anak sekolah #getek #Jembatan Gantung Ngembik #Bandongan #Inisiatif #pekerja #destinasi wisata #dibongkar #Sukarela #sungai progo #galon bekas #penopang atap