MUNGKID - Situs Candi Asu yang terletak di Desa Sengi, Dukun, Kabupaten Magelang dibersihkan. Pembersihan itu dilakukan secara mekanis maupun kimiawi.
Upaya tersebut merupakan bagian dari konservasi atau pelestarian agar tidak banyak ditumbuhi mikroorganisme.
Beberapa orang tampak telaten membersihkan tiap bebatuan di Candi Asu.
Dari tingkat pertama hingga terakhir. Selain menggunakan teknik manual atau menyikatnya, mereka juga memanfaatkan penyemprotan air dengan tekanan tinggi.
Penanggung Jawab Kegiatan Konservasi, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Candra Harimurti menjelaskan, upaya konservasi ini menjadi penting karena Candi Asu berada di tempat terbuka. Sehingga sangat berpotensi ditumbuhi oleh mikroorganisme.
Dia menyebut, ketika mikroorganisme ini tidak segera ditangani, akan menyebabkan kerusakan terhadap penyusun-penyusun batunya.
"Konservasi ini untuk menghambat faktor-faktor kerusakan seperti itu, termasuk pertumbuhan mikroorganisme," ungkapnya, Kamis (30/5/2024).
Candra mengatakan, upaya konservasi ini dilakukan dengan pembersihan secara mekanis, baik kering maupun basah.
Pembersihan kering itu menggunakan sikat dan peralatan lain. Untuk pembersihan basah dilakukan dengan penyemprotan air bertekanan tinggi.
Selain itu, ada juga pembersihan secara kimiawi. Sebetulnya, pembersihan itu sudah berkali-kali dilaksanakan dan diujicobakan. Sehingga tidak membahayakan bagi candi.
"Pembersihan ini dibutuhkan karena ada beberapa mikroorganisme yang tidak bisa dibersihkan secara mekanis," bebernya.
Candra menambahkan, pihaknya juga melakukan treatment atau pengawetan untuk Candi Asu.
"Kami memberikan satu perlakuan agar pertumbuhan mikroorganisme di kemudian hari jadi terhambat," sambung dia.
Dia mengutarakan, konservasi ini dilangsungkan selama tujuh hari. Yakni, mulai 29 Mei-4 Juni. Ada beberapa personel yang dilibatkan.
Seperti konservator, teknisi pelestari cagar budaya, serta tenaga lokal yang diambil dari masyarakat.
Sebetulnya, kata Candra, konservasi ini dilakukan ketika sudah ada kerusakan atau keterawatannya membutuhkan perhatian khusus.
"Tergantung kondisi candi pada waktu itu. Nanti kami observasi dulu. Kalau sudah tidak baik (kondisinya), ya dibersihkan. Jadi, tidak tentu (berapa bulan sekali dibersihkan)," katanya. (aya)
Editor : Meitika Candra Lantiva