Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puluhan Biksu Ikuti Pindapata di Candi Mendut Magelang, Begini Maknanya..!

Naila Nihayah • Rabu, 22 Mei 2024 | 20:24 WIB
BERDERMA: Umat memberikan makanan, minuman, dan lainnya kepada para biksu di Candi Mendut, Rabu (22/5/2024). 
BERDERMA: Umat memberikan makanan, minuman, dan lainnya kepada para biksu di Candi Mendut, Rabu (22/5/2024). 

MUNGKID - Puluhan biksu melakukan tradisi pindapata di Candi Mendut, Rabu (22/5/2024).

Pindapata menjadi salah satu jalan agar para biksu bisa bertahan hidup. Sebab selama ini, hidup mereka tergantung pemberian atau derma dari para umat.

Umat Buddha pun berbaris rapi sekitar pukul 09.00 WIB.

Lengkap dengan makanan, minuman, hingga lainnya.

Sementara para biksu membawa periuk kosong. Umat pun mengisi periuk itu dengan barang-barang tersebut.

Namun, para biksu tidak diperkenankan membuka mulut untuk meminta derma.

Ketua Dhammaduta Thailand untuk Indonesia YM Bhikkhu Wongsin Labiko Mahathera mengutarakan, pindapata merupakan cara untuk penghidupan para biksu sebagai rohaniwan terhadap umat.

"Para biksu akan menerima makanan, buah-buahan, dan minuman dari umat," ujarnya usai pindapata.

Pindapata merupakan kebiasaan luhur sejak zaman Buddha.

Dengan cara berjalan kaki menuju pemukiman umat untuk menerima persembahan makanan.

Mereka akan bertemu langsung dengan umat yang mempersembahkan dana.

Selama ini, kata dia, para biksu hidupnya tergantung dari pemberian umat.

Apalagi mereka memang tidak memiliki penghasilan maupun pekerjaan.

Seperti berdagang, bertani, dan lainnya. Termasuk meninggalkan rumah dan keduniawian lainnya.

Sebetulnya, pindapata ini memberikan kesempatan kepada umat, baik umat Buddha maupun masyarakat umum untuk berbuat kebaikan.

"Dalam kebebasan mereka (para biksu), harus tetap makan dan minum. Para umat yang tahu, akan mempraktikkan ajaran Sang Buddha untuk saling berbagi," katanya.

Dia menyebut, para umat juga akan berpikir untuk lebih baik berderma kepada para biksu yang tidak punya pekerjaan.

Namun, mereka tengah berupaya melakukan praktik menuju kesucian diri.

"Ini (pindapata) merupakan cara untuk mendapatkan pahala bagi umat setelah berdana," imbuhnya.

Para umat yang berdana, lanjut Wongsin, akan mengikis kemelekatan atau kekikiran terhadap barang yang dimilikinya. Sehingga pikiran akan menjadi lebih lega.

Para biksu mendapat makanan, sedangkan umat mendapat pahala untuk menghilangkan kekikiran dalam hatinya. (aya)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Puluhan #biksu #candi mendut #Magelang #umat #Ikuti #Pindapata #buddha #makna #Dhammaduta Thailand untuk Indonesia