Penghentian ini dilakukan karena kualitas air baku Kali Bengawan Solo tidak memenuhi standar pengolahan akibat debit air yang menyusut dan kadar polutan yang tinggi.
Dilansir Solo Balapan, debit air Sungai Bengawan Solo kini mulai mengalami penyusutan drastis terutma di musim kemarau ini.
Hal ini menyebabkan kualitas air baku yang diperlukan juga semakin menurun sehingga kini air Sungai Bengawan Solo telrihat berlumput dan mengandung banyak polutan.
Penghentian operasional IPA Semanggi diperkirakan berlangsung selama 10-12 jam.
Petugas akan melakukan pengambilan sampel air setiap 3 jam untuk memastikan kualitas air sebelum kembali mengoperasikan IPA.
Baca Juga: Agen Mbappe Terkait Kepindahan Sang Pemain: Kalian Semua Pasti Sudah Mengetahuinya
PDAM Surakarta juga berupaya untuk melakukan koordinasi dengan pihak Jasa Tirta supaya dapat menambah debit air Sungai Bengawan Solo melalui Waduk Gajah Mungkur sehingga air limbah dapat mengalir ke tempat yang lain.
Meskipun cadangan air PDAM masih cukup untuk 10 jam ke depan, bantuan air bersih akan dikirimkan ke pelanggan jika layanan air bersih terganggu selama 1x24 jam.
Baca Juga: Dokter Gadungan PSS Dituntut Tiga Tahun, Manajemen Sebut sebagai Pembelajaran ke Depan
PDAM Surakarta juga berkoordinasi dengan DLH untuk melakukan sidak ke usaha-usaha yang membuang limbah ke sungai.
Penghentian operasional IPA Semanggi ini bukan kali pertama terjadi.
Setidaknya tiga kali air Sungai Bengawan Solo tercemar di awal musim kemarau ini, menyebabkan ikan mati lemas.
Forum Jogo Kali Bengawan Solo menghimbau agar masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian Sungai Bengawan Solo dengan tidak membuang limbah ke sungai.
Editor : Bahana.