Dahulu ramai dengan penduduk, kini dusun ini menjadi sunyi dan sepi karena misteri yang menghantui, memaksa satu per satu keluarga untuk meninggalkannya hingga tak bersisa.
Dilansir dari Radar Semarang, Sejarah Dusun Mati terungkap dari cerita Nurohman, seorang warga Desa Tobanan.
Baca Juga: Tim Esport UGM Sabet Juara Esport Campus Leader Kejurda DIY 2024
Dulu, sejak tahun 1985, Dusun Puntingan ini ramai dihuni, namun satu per satu keluarga meninggalkannya hingga penghuni terakhir pergi pada tahun 2020 lalu.
Berbagai cerita misteri, termasuk kejadian tidak wajar dialami oleh penghuni sebelumnya, menjadikan Dusun Mati sebagai tempat yang penuh misteri dan menakutkan
Tak ada tanda-tanda kehidupan di Dusun Mati, hanya semak belukar dan suasana sunyi yang menyelimuti.
Suara angin melintas di antara ranting-ranting pohon menjadi satu-satunya suara yang terdengar di sana.
Jalur menuju Dusun Mati pun penuh tantangan, hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua.
Untuk menuju lokasi harus berhati-hati karena jalannya dipenuhi bebatuan.
Ketika sampai di lokasi, yang tersisa hanya puing-puing bangunan dan rumah yang sudah lama terbengkalai.
Bangunan-bangunan itu retak dan ditumbuhi rumput liar serta lumut. Dari sekian banyak rumah, hanya tersisa tiga bangunan dan satu mushola yang masih berdiri kokoh.
Editor : Bahana.