Mereka rela antre berjam-jam demi mendapatkan pengobatan gratis yang diadakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).
Kegiatan itu rutin dilaksanakan menjelang Tri Suci Waisak.
Tahun ini, Walubi Kembali menargetkan sebanyak 8.000 pasien dalam bakti sosial pengobatan gratis di Candi Borobudur.
Bakti sosial ini dibantu sekitar 160 dokter dan ratusan tenaga kesehatan berasal dari lintas lembaga.
Pengobatan itu meliputi pengobatan umum dan spesialis serta poli gigi untuk cabut, tambal, dan karang gigi. Lalu, ada poli mata.
Masyarakat bisa memeriksa mata, operasi katarak, dan pemberian kaca mata baca gratis hingga 1.000 buah. Kemudian, operasi bedah minor benjolan dan bibir sumbing.
Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2568 BE/2024 YM Bhikkhu Dhammavuddho Thera menyebut, bakti sosial ini sudah dilaksanakan Walubi sejak 1996 silam.
Tahun ini, ada ratusan dokter dan didukung sekitar 500 sukarelawan yang membantu pengobatan gratis ini.
Targetnya ada 8.000 pasien dari sekitar Borobudur dan Jateng.
Dia berharap, bakti sosial ini dapat meringankan beban warga yang membutuhkan pengobatan.
Baca Juga: Sering Kesulitan Mencari Gandos, Enak Dimakan saat Masih Hangat untuk Menemani Teh Pahit
Baca Juga: Menikmati Keindahan Matahari Terbenam dengan View Laut Lepas di Shoka Bukit Senja
Termasuk mengampanyekan toleransi beragama.
"Karena Sang Buddha sendiri bilang bahwa penyakit merupakan satu penderitaan dalam hidup. Dengan adanya bakti sosial ini, semoga dapat disembuhkan," katanya, Sabtu (18/5/2024).
Sementara itu, Ketua II DPD Walubi Jateng Tanto Soegito Harsono mengutarakan, pengobatan gratis ini digelar sebagai bentuk pengabdian kepada warga.
Khususnya bagi mereka yang membutuhkan.
"Sebetulnya target kami ada 10.000 pasien. Tapi, setelah ada BPJS, belum pernah tercapai. Walaupun 20 tahun lalu kami (melayani) sampai 20.000 pasien," ujarnya.
Dirjen Bimas Buddha, Kemenag RI Supriyadi mengapresiasi rutinitas Walubi yang mengadakan bakti sosial sejak 1996.
Upaya itu menjadi perwujudan dari ajaran Sang Buddha.
Apalagi kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan warga yang sehat.
Pemerintah, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri.
Butuh kolaborasi dengan berbagai instansi maupun organisasi, seperti Walubi untuk menyehatkan warganya.
"Persoalan kita tidak hanya masalah sehat, itu selesai sakit, (lalu) sehat, tidak. Tapi, senantiasa terjaga kesehatannya," ungkapnya.
Editor : Bahana.