PURWOREJO - Lima desa di Kecamatan Bener, Purworejo mendapatkan pelatihan pengembangan usaha di bidang manejemen oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) pada 13-16 Mei 2024 mendatang.
Kelima desa tersebut merupakan desa penyangga zona otorita Borobudur di Kecamatan Bener yaitu Desa Jati, Medono, Cacaban Lor, Pekacangan, dan Kalitapas.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk peran aktif dari BPOB dalam program penguatan SDM yang terampil.
Selain itu, mendukung program pemerintah dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di kawasan pariwisata Borobudur.
Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB, Bisma Jatmika menyampaikan, BPOB memiliki 16 desa penyangga.
Dari 16 desa tersebut, 11 desa telah dilakukan pelatihan dan pendampingan sejak 2018 hingga 2023 lalu.
"Lima desa di Kecamatan Bener ini dilaksanakan tahun ini. Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di desa agar tidak membebani," katanya Senin (13/5/2024).
Dia berharap, ke depan desa-desa penyangga tersebut bisa menjadi bisnis partner BPOB Sehingga, dengan kehadiran BPOB diharapkan dapat memberikan manfaat kepada desa sekitar tidak hanya tenaga kerja tetapi perekonomian sekitar juga berputar.
Adapun, materi pelatihan yang diberikan antara lain terkait pariwisata, kuliner, pemasaran produk, pengelolaan keuangan, SDM, dan sebagainya.
"Semoga pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas SDM parekraf yang berdaya saing dan dapat berperan aktif ke depan dalam pengembangan zona otorita Borobudur dan kawasan pariwisata Borobudur," harapnya.
Camat Bener Vivin Suryandari Feriyani menyampaikan, pihaknya sangat berterima kasih karena BPOB berkenan memberi pelatihan kepada pelaku usaha di lima desa di Kecamatan Bener.
Melalui kegiatan pelatihan tersebut, dia berharap akan dilakukan pendampingan secara optimal.
"Harapannya warga kami benar-benar bisa mendapatkan skill sesuai kebutuhan sehingga benar-benar dapat berperan aktif sebagai desa penyangga di zona BOB," ujarnya.
Selain itu, para peserta pelatihan dapat mengikuti pelatihan dengan maksimal sehingga ilmu yang didapat bisa bermanfaat.
Utamanya, untuk memgembangkan pengembangan wisata dan pemberdayaan warga khususnya di lima desa tersebut.
"Bukan hanya teori yang didapat tetapi juga bisa diimplementasikan," sebutnya.
Dengan begitu, kelima desa tersebut bisa dijadikan sebagai pilot project dan dapat menularkan semangatnya ke 23 desa lain di Kecamatan Bener.
"Jadi tidak hanya lima desa sebagai penyangga tetapi 25 desa di Kecamatan Bener bisa menjadi desa penyangga di zona BOB," tandas dia. (han)
Editor : Meitika Candra Lantiva