Proses evakuasi menghabiskan waktu kurang lebih tiga jam karena keterbatasan alat dan medan.
Danru Basarnas Unit Borobudur Alfian Nugroho menjelaskan, pihaknya mendapat informasi tersebut sekitar pukul 06.30.
Tim gabungan segera menuju lokasi untuk mengevakuasi korban.
"Korban jatuh ke jurang di pinggir jalur (pendakian), dengan kedalaman kurang lebih 150 meter," ujarnya di lokasi.
Selama proses evakuasi, tim gabungan sempat kesulitan untuk menjangkau korban.
Mengingat medan yang cukup sulit dan alat yang kurang lengkap.
Beruntung, korban dalam keadaan sadar dan masih bisa diajak berkomunikasi.
Alfian menyebut, proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar tiga jam.
"Sebetulnya kami bisa menjangkau korban dengan mudah. Tapi, untuk proses menaikkan korban, kami cukup kesulitan karena curam. Sehingga agak memperlambat kami," bebernya.
Korban pun selamat dan segera dibawa ke RSUD Salatiha.
Namun, ada beberapa luka di tubuhnya.
"Laporan yang kami terima, sekitar pukul 06.30. Dari teman-temannya yang menyampaikan (kepada kami) bahwa mas Atha terjatuh (ke dalam jurang)," ungkapnya.
Saat proses evakuasi, dia tidak menampik, sempat terjadi kendala.
Selain medan jurang yang curam, berat badan korban juga menjadi satu kendala. Sebab, beratnya kurang lebih mencapai 100 kilogram.
Bahkan, untuk membuatnya bisa naik, harus ditarik sekitar 25 orang dan penuh kehati-hatian.
Beruntung, korban berhasil dievakuasi pukul 11.40 dan dibawa turun melalui jalur pendakian via Sawit.
Baca Juga: Kasus DBD di DIY Meningkat, Periode Hingga Awal Mei 2024 Capai 1.112 Penderita, Masyarakat Diminta Kenali Tanda dan Gejala Awal
"Alhamdulillah (posisi korban) tidak terlalu ke bawah. Dia hanya di tengah (jurang) dan bersandar ke pohon. Kalau bablas (ke bagian bawah jurang), pasti lebih sulit," kata dia.
Muhlisin menuturkan, korban lantas dibawa ke RSUD Salatiga untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Atas kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang sebelah kiri, lecet di tangan, punggung memar, serta muka agak lebam.
Dia menambahkan, setiap pendaki yang mengalami kecelakaan di lokasi pendakian, praktis akan mendapat asuransi. Termasuk biaya perawatan dari korban.
Editor : Bahana.