RADAR JOGJA - Presidium Lentera Demokrasi Agus Hasan Hidayat memprediksi akan muncul lebih dari dua pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kebumen. Kondisi ini tak terlepas dari peta politik serta komposisi perolehan kursi di parlemen.
Menurut Agus, pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kebumen berpeluang muncul tiga paslon. Dengan opsi PDI Perjuangan dan PKB masing-masing bersedia mengusung paslon sendiri.
Sedangkan partai di luar itu membuat poros tengah dengan memunculkan paslon. "Dari kedua parpol itu (PDIP dan PKB) sudah 22 kursi, masih sisa 28 kursi. Saya kira masih mungkin ada paslon lagi," ujar Agus Hasan, Rabu (8/5).
Agus menerangkan, butuh 10 dari 50 kursi parlemen untuk partai politik bisa mengusung paslon. Hal ini merujuk 20 persen perolehan parlemen treshold atau ambang batas parlemen. Dia menilai pada Pilbup Kebumen paling ideal muncul tiga paslon.
"Petahana rencana daftar di PDIP katakan begitu. Masih bisa tiga jika PKB usung berani sendiri," ungkap mantan Komisioner KPU Kebumen itu.
Dia menyebut, selain faktor peta koalisi, selama ini di Kebumen belum ada sejarah lebih dari tiga paslon pada kontestasi pilbup.
Namun begitu, seluruh keputusan akan ditentukan oleh pimpinan parpol. "Kebumen tidak pernah lebih dari tiga paslon. Kalau tiga ada, di 2015," bebernya.
Sekadar informasi, sejumlah parpol pemilik kursi parlemen kini sudah membuka tahap penjaringan paslon bupati dan wakil bupati. Di antaranya PKB, PDIP, Gerindra dan Nasdem.
Empat parpol pemilik kursi pimpinan dewan tersebut menyatakan kesiapan untuk ikut dalam kontestasi pilbup.
Terpisah, Komisioner KPU Kebumen Muhammad Sobir mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus pada tahapan pembentukan badan adhoc di tingkat kecamatan dan desa.
Bersamaan itu KPU juga telah membuka tahap pendaftaran untuk paslon dari jalur independen atau perseorangan. "KPU buka pendaftaran PPK dan PPS. Setelah ini pemutakhiran data. Pendaftaran paslon itu Agustus akhir," bebernya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo