MAGELANG - Hingga saat ini, Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz belum memutuskan bakal kembali maju pada Pilkada 2024.
Namun, dia mengakui, sudah menjalin komunikasi dan pendekatan dengan sejumlah partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kota Magelang. Seperti PDIP, Golkar, PKS, Golkar, Demokrat, Hanura, dan lainnya.
Mengingat dirinya bukan berasal dari kalangan partai politik.
Hal itu sebagai bahan pertimbangan dan persiapan, jika nantinya dia kembali mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
"Karena bagaimanapun, saya istilahnya bukan orang partai. Kalau tidak didukungan oleh mereka, ya tidak mungkin akan maju (dalam pemilihan wali Kota Magelang)," ungkapnya saat ditemui, Minggu (5/5/2024) malam.
Selain belum memutuskan untuk kembali maju sebagai calon petahana, Aziz juga belum memiliki gambaran terkait pasangannya.
Apalagi dia masih memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan program-program yang sudah direncanakan.
Saat peluncuran Pilkada di Alun-alun Magelang, dia sempat memohon doa restu di hadapan ribuan warga yang hadir memadati kawasan tersebut.
Dia menyatakan, doa restu itu bisa mengandung banyak makna.
Tidak hanya berkaitan dengan pencalonan kembali.
"Saya minta doa restunya dalam rangka banyak hal. Apa nanti maju lagi, juga bisa. Tapi, (doa restu) menyelesaikan semua program yang ada dan sudah saya rencanakan. Itu akan saya selesaikan program itu dengan baik," bebernya.
Sejauh ini, dia juga mengikuti berbagai dinamika politik yang ada.
Termasuk banyaknya bakal calon yang digadang-gadang maju pada Pilkada 2024.
Terlebih, sejumlah baliho para bakal calon wali kota itu, sudah mejeng di beberapa titik di Kota Magelang.
Aziz mengaku bahagia dan mengapresiasi hal tersebut.
Itu menjadi pertanda bahwa warga Kota Magelang sudah mulai sadar terhadap pentingnya demokrasi.
"Makanya dengan banyak calon (wali Kota Magelang), saya senang. Jangan hanya satu atau dua," akunya.
Menurutnya, wali kota merupakan jabatan yang membanggakan.
Tapi di sisi lain, juga butuh pemikiran dan tanggung jawab bersama.
Dengan banyaknya baliho dan informasi mengenai tokoh-tokoh yang bakal maju Pilkada itu menjadi satu pertimbangan bagi dirinya.
"Iya (jadi pertimbangan kalau sudah banyak calon). Kalau sudah bagus (bakal calon yang maju), ngapain saya maju lagi. Tapi, semua itu masih mengalir seperti biasa," kelakarnya.
Dia juga mendapat informasi terkait eks Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono yang hendak maju Pilkada lewat PKB.
Kabar tersebut tidak mengagetkan baginya.
Bahkan, kata dia, Joko memang sudah menyampaikan jika berkeinginan mencalonkan diri menjadi wali Kota Magelang saat masih menjabat sebagai sekda.
"Beliau sempat menyampaikan ke saya, 'pak wali, nanti saya maju (pada Pilkada 2024) ya'. Saya bilang, 'oh silakan'. Saya malah senang kalau semakin banyak tokoh yang mencalonkan diri. Tandanya demokrasi di Kota Magelang hidup," katanya.
Sebelumnya, Aziz bersama wakilnya, M Mansyur maju pada Pilkada 2020 mendapat dukungan dari PKS.
Namun, dia juga tidak bisa memastikan terkait pengusungan kembali dirinya.
Mengingat PKS masih menimang nama bakal calon wali Kota Magelang dari kader internal. (aya)
Editor : Meitika Candra Lantiva