Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemilik SL Aesthetic Purworejo,  dr. Septi Listiyo Mulyani, Sisihkan Uang Dari Hasil Kerja, Rintis Bisnis Kecantikan

Jihan Aron Vahera • Minggu, 21 April 2024 | 14:15 WIB

 

dr. Septi Listiyo Mulyani
dr. Septi Listiyo Mulyani

RADAR JOGJA - SL Aesthetic merupakan salah satu bisnis kecantikan di Kabupaten Purworejo yang dimiliki oleh dr Septi Listiyo Mulyani, 37. Dia merintis bisnis kecantikan itu sejak 2014 lalu.

Wanita kelahiran Purworejo, 2 September 1986 silam itu memutuskan merintis bisnis kecantikan karena dinilainya lebih menjanjikan. ”Terlebih, semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya skinvestasi atau investasi perawatan kulit,” ujarnya saat ditemui Kamis (18/4) malam.

Bermula dari ajakan sahabatnya yang sudah terjun lama di bisnis kecantikan, dia perlahan mulai merintis SL Aesthetic dari nol. ”Modal awal saya cuma sewa ruko di daerah Banyuurip dan buka ala kadarnya. Modal tidak sampai Rp 100 juta, hasil dari nyisihin uang pribadi saat bekerja selepas kuliah,” bebernya.

Septi adalah lulusan kedokteran Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) pada 2010. Setelah lulus, dia bekerja sebagai dokter umum di RSKB Sinduadi, Sleman. Selepas itu, di 2011 dia memutuskan untuk kembali ke Purworejo dan bekerja sebagai dokter umum di Perusahaan Sampoerna Purworejo. ”Tapi waktu itu yang di Jogja (RSKB Sinduadi, Red) tidak saya lepas. Saya ambil praktik setiap weekend, biar bisa sekalian jalan-jalan,” kata dia.

Dia juga pernah bekerja di Klinik Polres Purworejo. Dari hasil kerjanya itu dia kumpulkan untuk membangun bisnisnya. Awal merintis, usahanya diberi nama Natural Beauty Center (NBC). Namun, pada 2017 dia memutuskan untuk mengganti nama menjadi SL Aesthetic yang merupakan akronim dari namanya Septi Listiyo (SL).

Di 2014, dia baru bisa mempekerjakan dua pegawai. Yang menjadi tantangan adalah saat itu reputasinya belum terbangun. Sehingga, untuk mendapatkan trust atau kepercayaan dari masyarakat cukup sulit.

”Awal pasien masih sedikit, satu minggu kadang cuma satusampai dua pasien. Omzet juga baru Rp 1 juta - 2 juta sebulan, tapi lama kelamaan membaik,” sebutnya.

Akhirnya, satu tahun berjalan dia memantapkan diri untuk menambah ruko di sebelah ruko miliknya dan menambah pegawai jadi lima orang. Seiring berjalannya waktu, respons dari masyarakat baik. Pada 2020, dia memiliki tempat sendiri yang saat ini ditempati sebagai tempat praktik atau lebih dikenal sebagai klinik SL Aesthetic. Yakni di Jalan Tentara Pelajar Nomor 173, Kelurahan Kledung Kradenan, Banyuurip, Purworejo. ”Alhamdulillah, sekarang pegawai sudah sepuluh dengan fasilitas yang lebih lengkap,” kata dia.

Septi juga selalu menambah atau update treatment dan tindakan di tempat praktiknya agar tidak kalah dengan klinik di kota-kota besar. Menurutnya, beberapa tindakan yang dia punya, tidak dimiliki oleh klinik kecantikan lain di Purworejo. ”Misalnya tindakan dokter seperti tanam benang hidung dan dagu, filler (hidung, dagu dan bibir), botok, dan sebagainya,” bebernya.

Selain itu, yang membuat respons masyarakat baik adalah konsultasi dokter gratis. Pasien juga bisa konsultasi kapan saja melalui WhatsApp. Tidak ada dokter lain selain dia di tempat praktiknya. Menurut Septi, dia lebih puas ketika melakukan tindakan dan konsultasi langsung ke pasien. ”Bisa langsung melihat perkembangan pasien dan langsung tertangani jika ada pasien komplain,” sebutnya.

Dikatakan, beberapa upaya untuk memperkenalkan produk-produk dan treatment di SL Aesthetic dia genjot dengan promosi di media sosial. Selain itu, juga menggaet sejumlah brand ambassador (BA) dari kalangan selebgram.

Berkat kegigihan dan ketekunannya dalam merintis usaha, saat ini pasiennya sudah ribuan orang. Mulai remaja hingga lansia. Bahkan, mendapatkan omzet jauh dibandingkan dari awal merintis. Meski tengah sibuk di kliniknya, saat ini dia juga sibuk praktik di RS Purwa Husada Purworejo dan Klinik Graha Husada Medika Purworejo. (han/eno/by)

Editor : Satria Pradika
#dr Septi Listiyo Mulyani