Tawaran kerjasama itu telah disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo saat pertemuan dengan Gubernur DIJ di Ruang Rapat Gadri Kompleks Kepatihan, Jogjakarta pada Kamis (18/4).
Direktur PDAM Tirta Perwitasari (PDAM Purworejo) Hermawan Wahyu Utomo menyebut, tawaran suplai air itu akan diambil dari air Sungai Bogowonto tepatnya di Kecamatan Bagelen.
"Ini akan memberikan perbandingan yang lebih efisien dibanding harus mengambil air dari Bendungan Bener melalui Kecamatan Loano," ujarnya.
Dikatakan, PDAM Purworejo memiliki kemampuan menyediakan suplai air 3.000 liter per detik.
Sedangkan, kebutuhan YIA sekitar 6.000 liter per detik. Sehingga, Kabupaten Purworejo berpotensi mampu menyuplai separuh dari kebutuhan YIA.
“Terakhir diukur oleh UGM mencapai 3.000 liter per detik. Saat ini izin yang sudah keluar 50 liter per detik. Ke depan akan terus dikembangkan secara bertahap," sambungnya.
Dalam waktu dekat, PDAM Purworejo juga akan segera bertemu dengan PDAM Kulon Progo untuk membahas terkait hal itu.
Dia berharap, akhir 2024 kerjasama itu dapat terealisasi.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Purworejo Achmad Kurniawan Kadir menyampaikan, dalam pertemuan dengan Gubernur DIY, selain membahas kerjasama terkait pengadaan air bersih juga dibahas beberapa kerjasama yang telah terjalin selama ini.
"Kami juga bahas terkait kerjasama wisata, karena kita satu kawasan yang saling mendukung satu sama lain," lanjutnya.
Menurutnya, Gubernur DIY sangat menyambut baik dan mendukung kerjasama karena dapat bermanfaat bagi masyarakat umum.
Editor : Bahana.