Perwira menengah yang bertugas anggota Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah itu ditemukan tewas di dalam mobil Honda Mobilio warna putih bernopol H 1898 DG, yang terparkir di teras rumahnya, di Asrama Kompleks Akpol Semarang Blok K Jalan M Sanusi RT 05 RW 06, Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur, Kamis (4/4/2024) sekitar pukul 08.00.
Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Gajahmungkur.
Sekitar pukul 08.30, petugas dipimpin Pawas Kanit Intel Polsek Gajahmungkur AKP Agus Sunardjadi SH bersama petugas piket fungsi mendatangi TKP.
Dari hasil pemeriksaan, terdapat luka pada leher (di bawah dagu), yang diduga akibat peluru dari senapan miliknya sendiri.
Diduga kuat, korban bunuh diri menggunakan senjata api jenis Glock.
Informasi yang diperoleh, tembakan peluru tersebut tembus hingga ke tengkorak kepala atas.
"Iya, ada bekas luka peluru. Diduga bunuh diri menggunakan senjata apinya itu diletuskan (di leher)," ungkap Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Satake Bayu Setianto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (4/4/2024).
Akibat aksi nekat itu, korban tewas seketika di dalam mobil. Di bawah samping pintu kiri mobil terdapat ceceran darah korban.
Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Semarang guna keperluan lebih lanjut.
"Sebelum dibawa ke rumah sakit (korban) sudah meninggal," tegasnya.
Korban meninggalkan dua anak perempuan dan satu laki-laki.
Terkait penyebab korban nekat bunuh diri, Kabidhumas menyampaikan masih dalam penyelidikan.
"Dugaan sementara masalah keluarga. Yang pasti, anggota kepolisian masih melakukan penyelidikan," katanya.
Editor : Bahana.