RADAR JOGJA - Puluhan sopir dan kondektur angkutan di Terminal Tipe A Tidar Magelang menjalani pemeriksaan kesehatan, kemarin (3/4).
Kegiatan ini dilakukan untuk menjamin kesehatan mereka selama melayani penumpang. Kegiatan itu rutin dilakukan menjelang libur Lebaran 2024.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Mesehatan (Dinkes) Kota Magelang Ulfah Hanum menuturkan, kegiatan tersebut bekerja sama dengan dinas perhubungan (dishub), Dinkes Kota Magelang, beberapa tenaga medis puskesmas, dan BNNK Magelang. "Sasaran hari ini adalah 60-80 orang sopir dan kru bus," ungkapnya, kemarin (3/4).
Pemeriksaan meliputi, tensi, gula darah, potensi penyakit tidak menular, kolesterol, serta cek urine. Pengecekan tersebut diperlukan untuk mengetahui kandungan dalam urine tersebut.
Ketika ada sopir atau kru bus yang memiliki tensi tinggi atau penyakit lainnya, dinkes akan memberikan edukasi. Juga menyarankan agar mereka mendapat pengobatan medis di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.
Setelah dilakukan pemeriksaan, mereka akan mendapatkan buku berupa catatan kesehatan. "Mereka bisa menggunakannya ketika misal ada perjalanan menuju Jakarta, sampai di Cirebon kok merasa tidak enak badan. Nanti bisa periksa di faskes terdekat," katanya.
Menurutnya, setiap pengemudi harus lebih peduli atau aware terhadap kesehatannya. Termasuk melakukan pemeriksaan lanjutan sebelum peak season. Kalau diketahui lebih dini, lebih bagus. Intervensi pengobatan lebih mudah. Kalau tekanan darah tinggi. “Paling tidak istirahat harus cukup," imbuhnya.
Menurutnya, seorang pengemudi memiliki tanggung jawab yang besar terhadap keselamatan penumpang. Sehingga asupan makanannya juga harus bergizi, meminum air putih yang cukup, dan istirahat terpenuhi.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Magelang Aris Mujiono menuturkan, pemeriksaan kesehatan bagi kru bus itu dinilai penting.
Sebab, mereka harus dalam kondisi yang prima untuk membawa dan melayani penumpang pada masa libur Lebaran."Kami akan memastikan semua pengemudi dan kru bus siap, baik secara fisik maupun nonfisik," paparnya. (aya/din)
Editor : Satria Pradika