PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo berhasil kurangi 100 hektare lebih kawasan kumuh di wilayah perkotaan Purworejo sejak 2020.
Pada 2020 lalu, sisa kawasan kumuh di Kabupaten Purworejo seluas 126,8 hektare.
"Seluas 126,8 hektare tersebut berada di tujuh kelurahan di satu kelurahan di Kecamatan Kutoarjo dan enam kelurahan di Kecamatan Purworejo," ungkap Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Purworejo Eko Paskiyanto, Rabu (27/3/2024).
Dia merinci di Kecamatan Kutoarjo ada di Kelurahan Kutoarjo seluas 48,9 hektare.
Kemudian, di Kecamatan Purworejo antara lain Kelurahan Purworejo seluas 10 hektare, Pangenrejo seluas 7,89 hektare, Pangenjurutengah seluas 39,3 hektare, Mranti seluas 4,39 hektare, Kesenengan 2,8 hektare, dan Baledono seluas 13,50 hektare.
"Di 2021, kami berhasil mengurangi sebanyak 58,31 hektare dan di 2022 berhasil mengurangi 56,70 hektare," sebutnya.
Sehingga, di 2023 masih tersisa 11,7 hektare kawasan kumuh.
Namun, di tahun yang sama ada tambahan sekitar 7 hektare kawasan kumuh di Kelurahan Pangenrejo dan Pangenjurutengah.
Untuk itu, total kawasan kumuh saat ini masih 18,7 hektare.
Yaitu di Kelurahan Kutoarjo seluas 1,92 hektare, Purworejo seluas 0,84 hektare, Pangenrejo seluas 2,99 hektare, Pangenjurutengah seluas 4,83 hektare, Mranti seluas 2,92 hektare, Keseneng seluas 2,8 hektare, dan Baledono seluas 2,3 hektare.
Eko mengatakan, untuk menangani kawasan kumuh di Kabupaten Purworejo tergabung dalam kelompok kerja perumahan dan kawasan permukiman-permukiman (Pokja PKP).
Baca Juga: Smartfren Perkuat Jaringan dan Berikan Promo Kuota Besar Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1445H
Yakni, unsur pelaksana yang membantu dalam penanganan kawasan kumuh, terdiri dari OPD-OPD terkait yang memiliki program atau kegiatan di sektor PKP.
"Perkimtan sendiri untuk kawasan kumuh menangani jalan lingkungan dan drainase," ujarnya. Tahun ini, Perkimtan Purworejo dianggarkan Rp 1,3 miliar untuk penanganan kawasan kumuh di Kelurahan Kutoarjo sekitar 1,92 hektare yaitu sisa Program Kotaku yang belum tertangani di 2023.
Kelurahan Kutoarjo tersebut juga mendapatkan program backlog untuk satu rumah dengan lebih dari dua KK.
Rencananya akan ditangani oleh pusat menggunakan DAK integrasi hampir Rp 30 miliar.
"Ada 101 warga yang dipindah ke Desa Tursino (Kecamatan Kutoarjo) saat ini masih proses," tandas dia.
Editor : Meitika Candra Lantiva