Aksi tersebut dimulai Senin (25/3) di Kantor Desa Pogung Jurutengah (Kecamatan Bayan) dan Desa Tursino (Kecamatan Kutoarjo).
Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah (Setda) Purworejo Anggit Wahyu Nugroho mengatakan, aksi TPID tersebut untuk mewujudkan strategi pengendalian inflasi 4K.
Yaitu, mengupayakan keterjangkaun harga, menjaga ketersediaan pasokan, menjamin kelancaran distribusi, dan meningkatkan komunikasi yang efektif.
Dalam bazar tersebut, kebutuhan bahan pokok penting yang disediakan antara lain beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, mie instan, hingga makanan instan lainnya.
"Total beras SPHP yang kami sediakan untuk 16 kecamatan ada 25,5 ton. Alokasinya per desa 1 sampai 2 ton dengan harga Rp 10.900 per kg " sebut dia Senin (25/3).
Anggit menyebut, kegiatan tersebut didukung oleh BUMD Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Purworejo, pedagang sembako mitra Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo, mitra Wings Food group, serta UMKM lokal setempat.
Adapun jadwal bazar antara lain 25 Maret 2024 Kantor Desa Pogung Jurutengah (Kecamatan Bayan) dan Desa Tursino (Kecamatan Kutoarjo), 27 Maret 2024 di Kantor Desa Surorejo (Kecamatan Banyuurip) dan Kantor Desa Tegalsari (Kecamatan Bruno), 28 Maret 2024 di Kantor Desa Sukowuwuh (Kecamatan Bener) dan Kantor Desa Mudalrejo (Kecamatan Loano), 29 Maret 2024 di Kantor Desa Grabag (Kecamatan Grabag) dan Kantor Desa Kembangkuning (Kecamatan Ngombol).
Selanjutnya, 30 Maret 2024 di Kantor Desa Wonosuko (Kecamatan Kemiri dan Kantor Desa Penungkulan (Kecamatan Gebang).
Pada 31 Maret 2024 di Kantor Kecamatan Donorejo dan Pandanrejo (Kecamatan Kaligesing), 1 April 2024 di Kantor Desa Kesugihan (Kecamatan Purwodadi) dan Kantor Desa Hargorojo (Kecamatan Bagelen), serta 4 April 2024 di Desa Wonorejo Kulon (Kecamatan Butuh) dan Kantor Desa Sumber (Kecamatan Pituruh).
Bupati Purworejo Yuli Hastuti berharap, Bazar Pangan Ramadan tersebut dapat menjaga stabilisasi pasokan dan harga barang kebutuhan pokok yang saat ini sedang mengalami kenaikan.
Selain itu, mendekatkan produsen kepada konsumen agar distribusi lebih efisien, serta menjadi sarana memperkenalkan produk UMKM sekitar.
Baca Juga: Gak Pakai Lama, Pertumbuhan Uban Terhenti dengan Bawang Merah, Rambut Hitam Permanen
"Semoga dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau," harapnya.
Mengingat, saat Ramadan ini, kebutuhan bapokting di masyarakat cenderung mengalami peningkatan.
Sehingga, berdampak pada kenaikan harga yang membebani sekaligus mengurangi daya beli masyarakat.
"Namun, masyarakat tak perlu khawatir karena hasil pantauan bersama forkopimda, stok bapokting di Kabupaten Purworejo dalam kondisi aman," ungkapnya.
Meski aman, kata Yuli, Pemkab Purworejo dirasa perlu menyikapi fenomena tersebut dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Salah satunya menggelar Bazar Pangan Ramadan tersebut.
Editor : Bahana.