Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ritual Wedus Kendit dan Kisah Mistis di Balik Penutupan Tanggul Sungai Wulan, Pengalaman Luar Biasa dalam Hadapi Banjir Bandang di Karanganyar Demak

Caswati Radar Jogja • Sabtu, 23 Maret 2024 | 00:40 WIB
KURBAN: Kambing kendit disembelih sebagai upaya mencegah bencana. (Dok Radar Semarang)
KURBAN: Kambing kendit disembelih sebagai upaya mencegah bencana. (Dok Radar Semarang)

RADAR JOGJA – Penutupan tanggul jebol Sungai Wulan di Dukuh Norowito, Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar tidak hanya melibatkan ikhtiar lahir dengan penggunaan alat berat.

Tetapi, juga ikhtiar batin yang melibatkan pelaksanaan doa selamatan di lokasi.

Dalam prosesi selamatan ini, sebuah upacara yang melibatkan seekor wedus kendit atau kambing dengan warna bulu hitam dan putih di tengahnya digunakan sebagai kurban untuk memastikan kelancaran prosesi penutupan tanggul.


Wedus kendit tersebut ditanam di tengah tanggul dengan harapan agar penutupan tanggul dapat berjalan lancar tanpa gangguan secara gaib.

Sebelum ditanam, wedus kendit tersebut disembelih oleh seorang kiai dari Kudus sesuai dengan syariat Islam.


Penutupan tanggul ini menjadi sorotan karena sebelumnya viral di media sosial bahwa pengemudi alat berat yang bertugas menutup tanggul sempat mengalami kondisi yang janggal di lokasi.

Pengemudi tersebut mengalami sensasi aneh ketika berada di atas tanggul, dan bahkan bertemu dengan sosok orang tua misterius saat hujan deras, yang memberikan wejangan agar menggunakan wedus kendit dalam penutupan tanggul.


Setelah mendasarkan pengalaman tersebut, penutupan tanggul dilaksanakan dengan penanaman wedus kendit di area tanggul beserta upacara selamatan.

Sekitar 100 personel TNI Polri juga dikerahkan ke lokasi untuk membantu pekerja alat berat dalam upaya peninggian tanggul yang jebol.


Bupati Demak Eisti'anah menyatakan, ritual selamatan wedus kendit tersebut merupakan bagian dari ikhtiar batin dalam penutupan tanggul Sungai Wulan yang jebol.

Kearifan lokal seperti ini diharapkan dapat memberikan dukungan dalam upaya penutupan tanggul.


“Sebetulnya, sisi mistis ini juga kita alami saat mau pasang mesin penyedot air di Desa Karangrejo terkait upaya pembuangan air yang membanjiri Kota Demak melalui Sungai Tuntang Kontrak. Beberapa kali mesin mati dan sulit ditarik ke lokasi. Bahkan, mesin juga kecebur ke saluran,” ucap Bupati Demak.


Selain penutupan tanggul Sungai Wulan, Pemerintah Kabupaten Demak juga mengerahkan puluhan pompa penyedot air di beberapa lokasi yang terdampak banjir.

Upaya ini berhasil menurunkan debit air dan membantu banjir cepat surut di beberapa wilayah, meskipun masih perlu pemantauan dan tindakan lanjutan untuk mengatasi dampak banjir secara menyeluruh.

Editor : Amin Surachmad
#ikhtiar #tanggul jebol #demak