Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tebing Setinggi 8 Meter Longsor, Akibatkan Tembok Musala Jebol, Jamaah yang Sedang Shalat Tarawih Berhamburan Selamatkan Diri

Retno Nawangwulan • Jumat, 15 Maret 2024 | 19:11 WIB
Caption Foto : Kondisi Musala Jabal Nur yang terletak di Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang yang terkena tanah longsor
Caption Foto : Kondisi Musala Jabal Nur yang terletak di Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang yang terkena tanah longsor

RADAR JOGJA-Tidak hanya banjir, peristiwa tanah longsor juga menimpa di sejumlah titik di Kota Semarang.

Salah satu titik yang terdampak tanah longsor adalah Musala Jabal Nur yang terletak di Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Tembok musala tersebut sampai jebol karena tertimpa longsoran tanah.

Peristiwa ini terjadi saat para jamaah sedang melaksanakan shalat tarawih pada hari Rabu (13/3/2024) malam. Di pertengahan shalat, tiba-tiba tanah longsor, para jamaah pun segera berhamburan keluar musala untuk menyelamatkan diri.

Lokasi musala tersebut dipenuhi dengan lumpur dengan tinggi mencapai betis kaki. Material berserakan hingga ke jalanan umum. Tembok yang digunakan untuk jamaah perempuan sepanjang 5 meter jebol dan retak.

Agus Suwarto, selaku Ketua RT 01 RW 04 Bendan Ngisor mengungkapkan, bahwa bencana tanah longsor yang terjadi di Jalan Stonen Selatan V, Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur ini terjadi sekitar pukul 20.00-21.00 WIB.

Saat ini jamaah baru memperoleh pertengahan rakat shalat tarawih.

“Tidak ada suara gemuruh, seketika itu langsung longsor. Beberapa jamaah yang mengetahui langsung berhamburan,” ucap Agus dilansir dari laman Radar Semarang.

Ia juga memberikan penjelasan bahwa, hujan yang mengguyur Kota Semarang selama dua hari terakhir telah membuat tebing setinggi delapan meter tersebut terus dialiri air.

Sedangkan lokasi tebing sebelah utara cukup dengan musala. Banyaknya tanah yang longsor mengakibatkan tembok musala jebol.

“Jadi secara bertahap. Jam 20.00 longsor lalu beberapa menit kemudian tembok jebol hingga pukul 21.00,” ucap Agus.

Setelah peristiwa ini, masyarakat masih merasa was-was. Karena air masih mengaliri tebing sehingga tanah longsor masih terjadi. Apabila hujan masih terus mengguyur, maka dapat dipastikan akan terjadi tanah longsor susulan.

“Saat ini belum ada armada yang bisa mengangkut materia, sedang kita usahakan,” tambahnya. {}

Editor : Iwa Ikhwanudin
#semarang #tebing #Longsor