RADAR JOGJA - Bupati Kebumen Arif Sugiyanto masih ingat saat duduk di tingkat SMP sudah ada gerakan bersih-bersih kawasan perkotaan. Hanya demi ingin meraih penghargaan Adipura.
"Dulu ikut membersihkan lingkungan pasar dan trotoar di sekitar Kota Kebumen," ucapnya Selasa (5/3).
Hasilnya, setelah 27 tahun Kebumen berhasil membawa pulang penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Torehan prestasi di bidang kebersihan dan pengelolaan kawasan perkotaan ini kembali diraih Kabupaten Kebumen setelah 27 tahun penantian.
Baca Juga: Ramadhan Lebih Awal, Jamaah Islam Masjid Aolia Laksanakan Puasa 7 Maret
Arif bercerita, bahwa penghargaan Adipura telah dinantikan puluhan tahun oleh pemerintah daerah bersama masyarakat Kebumen.Prestasi ini menunjukkan bahwa masyarakat bersama pemerintah daerah cukup peduli dengan kondisi lingkungan.
Selanjutnya, pemkab dalam waktu dekat akan mengeluarkan kebijakan tentang pembatasan penggunaan kantong plastik dalam setiap transaksi pembelanjaan.
Langkah taktis ini diharapkan dapat menunbuhkan kesadaran masyarakat untuk cinta lingkungan. Selain itu, pemkab juga akan lebih mengintensifkan program bank sampah di setiap desa.
"Nanti transaksi jual beli khususnya yang ada di toko modern sudah tidak boleh memakai plastik kresek lagi," ungkapnya.
Baca Juga: BPDPKS Ajak Pegiat UMKM dan Mahasiswa Kembangkan Produk Berbahan Sawit
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kebumen Asep Nurdiana menambahkan, rangkaian persiapan untuk menyambut proses penilaian Adipura sudah dilakukan jauh hari.
Dalam prosesnya DLHKP rutin menyampaikan laporan berbasis sistem tentang program lingkungan hidup yang dicanangkan Pemkab Kebumen.
"Tahun lalu sudah dilakukan penilaian dari KLHK. Tim datang ke Kebumen untuk melihat langsung kondisi di lapangan, apakah sesuai yang dilaporkan," ujar Asep.
Editor : Heru Pratomo