RADAR JOGJA - Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja ditarget akan dapat digunakan hingga Ngawen, Klaten, saat arus mudik balik lebaran di tahun 2024 ini.
Untuk dapat merealisasikan target tersebut, ratusan makam yang ada di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Klaten pun segera dipindahkan. Karena posisi makam yang masih berada di tengah Jalan Tol Solo-Jogja.
Melansir dari laman radarsolo.com, sebanyak 213 makam yang akan dipindahkan ke lokasi baru. Sedangkan untuk 89 makam yang tidak memiliki nama serta tidak diketahui ahli warisnya juga ikut dipindahkan.
Dengan total 302 makam tersebut, akan dipindahkan ke tanah kas desa yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari lokasi makam semula.
Baca Juga: Rans Nusantara Dibantai 0-5, Eduardo Almeida Minta Maaf Tak Mampu Berkata-kata
Berdasarkan keterangan dari Parwito selaku Ketua Panitia Pemindahan Makam Kampung Sidorejo, Desa Beku, Karanganom, Klaten, bahwa proses pemindahan makam ini sudah dimulai sejak hari Senin, 26 Februari lalu dengan diawali upacara sakral berupa bedah bumi.
Sampai Senin petang, petugas telah membongkar sebanyak 29 makam. Pemindahan makam tersebut melibatkan pihak ketiga, yakni Al Iswat dan ditargetkan akan selesai selama lima hari. Termasuk pemindahan makam yang masih ada di tengah ruas Jalan Tol Solo-Jogja.
Baca Juga: Sering Menemui Gangguan Kesehatan, Mari Cek Kondisi Tubuh Anda Melalui Warna Lidah
Budi Santoso, selaku Sekertaris Desa (Sekdes) Beku juga menjelaskan bahwa lokasi makam baru dulunya merupakan lahan milik warga. Kemudian tanah tersebut dibeli, hingga akhirnya menjadi tanah kas desa. Tanah tersebut memiliki luas 1000 meter persegi.
Adapun ahli waris dari jenazah yang dipindahkan telah menerima ganti rugi sebanyak 2-5 juta rupiah, menyesuaikan kondisi makam sebelumnya.
Baca Juga: Sering Menemui Gangguan Kesehatan, Mari Cek Kondisi Tubuh Anda Melalui Warna Lidah
Begitu pula dengan makam yang tidak memiliki nama dan tidak diketahui ahli warisnya. Uang ganti rugi yang diberikan akan dikelola pihak panitia untuk proses pemindahan makam tersebut.
“Makam-makam ini harus dipindahkan karena lokasinya berada di badan jalan dari ruas tol. Sampai saat ini tidak ada kendala selama proses pemindahan,” ungkap Budi. {}
Editor : Iwa Ikhwanudin