RADAR JOGJA - Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengapresiasi peran media dalam konteks pembangunan Kebumen. Ia sangat percaya kredibilitas para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kebumen.
Baginya produk pers menjadi media utama yang sampai saat ini masih tetap dipercaya. "Produk pers setahu saya ada tata aturannya, legalitasnya jelas. Itu yang masih kita percayai dalam menyampaikan informasi yang benar," terangnya di Pendopo Kecamatan Kebumen, Kamis (9/2) malam.
Sebagai mitra strategis pemerintah, kata Arif, pers memiliki peranan penting. Salah satunya sebagai fungsi kontrol. Selain itu pers juga mitra pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi tentang capaian kinerja. "Saya mendorong terus memberitakan walaupun itu pahit. Misalnya pembangunan daerah ada yang tidak baik. Saya sampaikan, beritakan saja. Jangan takut," tandasnya.
Arif memastikan, kebebasan pers di Kebumen sangat terjamin. Bahkan ia memberikan ruang bagi insan pers manakala roda pembangunan melenceng dari aturan. "Apakah saya risih, tidak. Inilah pentingnya kontrol and balance supaya pembangunan tepat aturan, multiguna dan tidak merugikan rakyat," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, bupati berlatar belakan profesi polisi itu, memberikan hadiah berupa dana apresiasi kepada 10 loper koran. Hadiah tersebut diberikan bertepatan pada malam tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2024.
Adapun tasyakuran dalam rangka menyongsong HPN ini digelar oleh PWI Kabupaten Kebumen. Pada kesempatan itu para loper mendapat apresiasi atas pengabdian karena sudah cukup lama mengantar koran. Oleh karena itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto memutuskan untuk memberikan uang sebagai bentuk penghargaan. "Ya, saya kasih 10 orang. Satu orang Rp 1 juta. Besok bisa diambil," jelas Arif.
Kolaborasi antara pers dan pemkab memberikan informasi yang penuh kejujuran. Iniliah modal positif. Teman pers memberitakan begitu lugas sebagai informasi. Sebagai penyemangat dan ruh pembangunan. Tidak saling menodai atau bahkan merugikan.
Menurut Arif, pekerjaan loper koran kini memiliki tantangan cukup sulit ditengah arus gempuran teknologi. Meski demikian, keberadaanya masih tetap dibutuhkan sebagai penyebar informasi. Terutama soal pembangunan Kebumen.
Lebih lanjut, Arif pun salut kepada para loper koran yang hingga kini masih tetap eksis. Mereka menjadi ujung tombak dalam membantu kerja wartawan menyebarkan informasi ke masyarakat. "Saya sangat berterimakasih dengan loper koran karena selama ini sudah menjadi jembatan informasi," ucapnya.
Ketua PWI Kebumen Ondo Supriyanto menyampaikan, peringatan HPN 2024 ini diawali dari malam tasyakuran. Pihaknya sengaja mengundang para loper koran hadir ditengah kegiatan karena selama ini mereka merupakan sosok yang terlupakan. Padahal keberadaan loper koran sangat penting sebagai penyebar produk jurnalistik.
"Kami kemas berbeda. Biasanya peringatan HPN itu ada bakti sosial untuk anak yatim. Sekarang loper koran," jelasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo