Dari sasaran 138.541 anak usia 0-7 tahun. Namun, petugas masih melakukan sweeping untuk memfasilitasi anak yang belum mendapatkan layanan vaksinasi.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang Budi Suprastowo menuturkan, sasaran riil anak usia 0-7 tahun yang diperoleh memang sedikit berbeda dengan pusat data dan informasi (pusdatin).
"Jumlahnya lebih banyak pusdatin daripada kami," bebernya saat ditemui, Jumat (26/1/2024).
Untuk pusdatin, sasaran yang mendapat vaksinasi adalah sebanyak 143.242 anak dan sudah tercapai 97,6 persen. Selisihnya sekitar 4.701 anak.
Sehingga sudah mencapai target yang ditetapkan, yakni 95 persen. Meski demikian, dinkes juga akan mengevaluasi capaian sub-PIN polio dari dua data tersebut.
Hanya saja, data tersebut akan terus berkembang sesuai dengan pelaksanaan sweeping vaksinasi hingga Sabtu (26/1/2024) mendatang.
Selain itu, dinkes juga belum memverifikasi data anak yang melakukan vaksinasi di luar Kabupaten Magelang.
Selama pelaksanaan vaksinasi, kata Budi, antusiasme masyarakat tinggi. Meski ada beberapa anak yang belum mendapat vaksinasi karena sejumlah alasan. Seperti sakit dan tengah bepergian.
"Anak-anak yang belum dapat vaksin ini, nanti kami tekankan untuk dicari dan bisa dibawa ke puskesmas," katanya.
Namun demikian, Budi tidak menampik, ada beberapa orang tua yang enggan anaknya mendapat vaksinasi.
"Bahasanya (penolakan) macam-macam. Seperti 'anak saya tidak usah diimunisasi, sudah sehat'. Ada juga yang lain," sambungnya.
Dia menambahkan, bagi orang tua yang menolak itu akan dilakukan pendekatan dan persuasif oleh petugas kesehatan di wilayah tersebut.
Ketika memang orang tua tersebut bersikeras menolak vaksinasi, dinkes akan tetap mencatat dan melaporkannya kepada Pemprov Jateng.
Hingga saat ini, dinkes belum mendapat laporan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sejak awal, dinkes juga sudah menekankan kepada masyarakat bahwa vaksin jenis novel Oral Polio Vaksin tipe 2 (nOPV2) itu aman untuk anak-anak.
Pada putaran pertama, Dinkes Kabupaten Magelang mendapat 3.380 vial atau 169.000 dosis. Sementara untuk putaran kedua pada 19 Februari mendatang, dia belum mendapatkannya.
"Kami optimis bisa tercapai 100 persen. Baik putaran 1 maupun 2," tegasnya.
Editor : Bahana.