RADAR JOGJA – Jika ada anak yang bergejala lumpuh layu mendadak diminta segera melapor ke Puskesmas. Meski di Purworejo belum temuan kasus polio. Tapi saat ini sudah ada temuan kasus lumpuh layuh akut (acute flaccid paralysis/AFP) akibat virus polio tipe dua. Yakni, di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Sementara di Kabupaten Purworejo tidak ada temuan dan tidak pernah ada kasus," terang Sub Koordinator Pencegahan Penyakit dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (Subkor P3 KLB) Dinkes Kabupaten Purworejo Ernaningsih Senin (15/1).
Erna menjelaskan, polio ada penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus polio dan menular. Gejala yang muncul yaitu demam, kelumpuhan pada kaki, lemes, nyeri kepala ringan, lumpuh layu pada kaki, otot dapat mengecil, muntah, kekakuan leher, dan punggung. "Kalau tidak tertangani bisa berakibat kelumpuhan sehingga harus dideteksi secara dini, jelasnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat agar dapat melaporkan jika ada gejala lumpuh layu mendadak pada anak. Nanti, akan diambil sampel tinja dan diperiksa ke biofarma untuk dicek apakah itu polio atau bukan. "Harus menjaga pola hidup bersih dan sehat serta lakukan imunisasi pada anak," imbau Erna.
Kabupaten Purworejo menargetkan 71.728 anak usia 0-7 tahun dapat vaksin polio pada Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo targetkan 95 persen anak dapat divaksin lengkap.
Dia menyebutkan, nantinya setiap anak akan mendapatkan dua dosis vaksin. "PIN ini ada dua putaran, putaran pertama 15-20 Januari dan putaran kedua 19-25 Februari. Sasarannya sama," ujarnya.
Disebutkan, untuk lokasi vaksinasi ada di puskesmas, posyandu, balai desa, PAUD, TK, SD, dan sebagainya. "Ada vaksin tambahan karena merespons KLB di tiga provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sleman (DIJ)," ungkapnya.
Salah satu orang tua peserta imunisasi polio pada Sub PIN Polio yakni Pradika Arini. Dia mengaku sangat antusias mengikuti vaksin serentak tersebut. Pasalnya, polio menjadi salah satu penyakit yang dikhawatirkan oleh orang tua. "Tadi saya datang pagi sekalian posyandu, tapi anak saya belum bisa ikut imunisasi sekarang karena lagi diare. Harus sehat betul," ungkap warga Desa Wonoroto, Kecamatan Purworejo itu.
Meski demikian, dia akan membawa kembali anaknya yang berumur 18 bulan itu untuk imunisasi polio pada Jumat (19/1) di puskesmas setempat. "Harapannya, dengan adanya vaksin polio ini, anak bisa lebih sehat dan terhindar dari penyakit polio," harapnya. (han/pra)
Editor : Satria Pradika