JOGJA - Puro Pakualaman Jogja sedang punya gawe. Adipati KGPAA Paku Alam X akan mengelar dhaup ageng putranya BPH Kusumo Kuntonugroho dengan Laily Annisa Kusumastuti.
Pernikahan agung itu diselenggarakan Rabu (10)/1) hari ini.
Puro Pakualaman sudah eksis sejak dahulu. Bagaimana sejarah Puro Pakualaman?
Dikutip dari jogjakota.go.id, Puro Pakualaman dikenal sebagai kompleks istana bagi keluarga Paku Alam. Adipati Pakualaman.
Selain itu, Puro Pakualaman juga sekaligus menjadi pusat pemerintahan Kadipaten Pakualaman.
Sedangkan Kadipaten Pakualaman merupakan salah satu dari empat kerajaan berstatus swapraja pada masa kolonial Belanda.
Baca Juga: Uji Coba Terakhir Sebelum Piala Asia Kontra Iran, Timnas Indonesia Dibabat Lima Gol Tanpa Balas
Tiga ainnya adalah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Kasunanan Surakarta, dan Kadipaten Praja Mangkunegaran.
Wilayah kekuasaan Kadipaten Pakualaman sangat luas.
Di antaranya, kawasan sekitar Puro Pakualaman. Di mana, sekarang disebut sebagai Kapanewon Pakualaman.
Baca Juga: Jadwal Pemadaman Listrik Rabu 10 Januari, di Wilayah Kota Jogja, Tepatnya...
Selain itu, menguasai wilayah Adikarto. Yakni, sebagian wilayah yang berapa di Kulon Progo. Terutama wilayah sisi selatan.
Puro Pakualaman juga berkuasa di Karang Kemuning. Wilayah ini terdiri dari empat distrik
Yakni, Galur, Tawangharjo, Tawangsongko, dan Tawangkerto.
Keempat wilayah ini berpusat di Brosot, seperti dikutip dalam buku yang ditulis Hadiyanta dan Pancaputra.
Puro Pakualaman dibangun di atas tanah seluas 54.238 meter persegi. Dibangun oleh Pangeran Notokusumo.
Editor : Amin Surachmad