Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Magelang Rampungkan Rumah Singgah untuk ODGJ dan Anak Telantar

Naila Nihayah • Sabtu, 2 Desember 2023 | 18:10 WIB
TINJAUAN: Wali kota dan wakil wali Kota Magelang tengah meninjau proyek pembangunan selter kuliner Ngesengan, Kamis (30/11) guna memastikan kelayakan dan kondisi terkini. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
TINJAUAN: Wali kota dan wakil wali Kota Magelang tengah meninjau proyek pembangunan selter kuliner Ngesengan, Kamis (30/11) guna memastikan kelayakan dan kondisi terkini. (Naila Nihayah/Radar Jogja)

 

MAGELANG – Pemkot Magelang pada akhir tahun ini akan meresmikan rumah singgah bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) hingga orang tua dan anak-anak telantar. Baik yang berasal dari Kota Magelang maupun luar kota. Nantinya, rumah itu akan digunakan untuk menampung warga dengan penanganan khusus.

Adapun rincian pagu anggaran pembangunan fisik rumah singgah adalah senilai Rp 1,5 miliar dan dikerjakan oleh pemenang lelang CV Setia Mandiri. Gedung milik Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang ini dibangun satu lantai. Luasnya 234 meter persegi yang terdiri dari ruang penampungan bagi orang telantar dan ODGJ, ruang serba guna, ruang pengawasan, ruang laktasi, dan kamar mandi. “Lokasinya di Jalan Jenderal Sudirman, kompleks Percetakan Gita Gravika,” tutur Aziz di sela-sela peninjauan, Kamis (30/11).

Selain itu, pemkot juga akan merampungkan kuliner kawasan Ngesengan dan peningkatan saluran irigasi Kali Andu-Kampung Gumuk Sepiring. Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengutarakan, semua proyek pembangunan ini diperuntukkan kepada warganya. "Pembangunan di 2023 ini hanya menambah pembangunan infrastruktur yang lama," ujarnya.

Untuk peningkatan saluran irigasi sekaligus akses jalan aspal setapak menuju Kampung Gumung Sepiring. Pembangunan fisik itu menelan biaya Rp 1,44 miliar dan dikerjakan oleh CV Karya Persada dan sudah rampung 100 persen.

Sebelumnya, akses menuju Kampung Gumuk Sepiring tersebut sangat memprihatinkan dan tidak layak. Hanya berupa bambu. "Kita beri akses jalan menuju ke Kampung Gumuk Sepiring. Jalan yang sudah bisa dilewati roda 2 dan maksimal roda 3. Sehingga akses warga lebih mudah sekarang," katanya.

Terakhir adalah selter Ngesengan yang merupakan satu kawasan kuliner Kota Magelang. Dengan pagu anggaran sebesar Rp 5,51 miliar dan dikerjakan oleh CV Nissa Karya Persada. Pembangunan selter dua lantai ini menggantikan selter sebelumnya yang dinilai kurang nyaman. Khususnya terkait dengan fasilitas parkir.

Aziz optimistis, di akhir 2023 atau awal 2024, seluruh proyek pembangunan fisik tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat. "Sejauh ini nggak ada (evaluasi). Pembangunan berjalan lancar dan aman. Kalau selter Ngesengan ini, mungkin nanti bisa ditambahi lift," imbuhnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang MS Kurniawan menyebut, progres pembangunan tiga proyek tersebut rata-rata sudah di atas 90 persen. "Kalau yang sudah diserah-terimakan (100 persen) di Gumuk Sepiring. Itu (proyek) merupakan akses jalan," sebutnya.

Kemudian, untuk pembangunan rumah singgah hampir menyentuh angka 100 persen. Masih ada beberapa konstruksi yang harus segera diselesaikan. Sementara di selter Ngesengan, sudah mencapai 95 persen atau memasuki tahap finishing.

Selama proses pembangunan, kata dia, tidak ada kendala yang dihadapi. Sebab, cuaca mendukung dan sedikit banyak dapat membantu pengerjaan fisik. Dia berharap, akhir tahun 2023 ini, ketiga proyek pembangunan tersebut dapat segera dimanfaatkan. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#ODGJ #Pemkot Magelang #anak terlantar #APBD