KEBUMEN - Pengelola Pantai Menganti mengaku khawatir kunjungan wisata bakal merosot. Kondisi ini menyusul beredarnya video viral yang menarasikan kemunculan macan di sekitar Pantai Menganti.
Pengelola Pantai Menganti Sentanu mengaku, beredarnya video viral tersebut menimbulkan gejolak dan keresahan tersendiri bagi pihak pengelola.
Sebab, dari video tersebut akan memberikan kesan negatif untuk wisata Pantai Menganti.
"Pantai Menganti sekarang lagi hits, ya, tentu ada rasa khawatir. Pengunjung turun. Seolah-olah tidak aman karena ada binatang buas," katanya kepada Radar Jogja, Jumat (24/11).
Baca Juga: Eksotika Pantai Goa Cemara di Bantul: Digandrungi Milenial Anak Senja, Jadi Sasaran Sunset Hunter
Sentanu membenarkan bahwa pengambilan video berada di sekitar Pantai Menganti. Tepatnya, di Bukit Tugel atau berada persis di sebelah area pintu masuk wisata.
Dia menyebut, video yang kini sudah ditonton lebih dari 9 juta kali itu dibuat seorang konten kreator asal Lampung.
"Datang itu pakai motor sebagai pengunjung biasa. Waktu itu kami tidak ada pikiran aneh-aneh," terangnya.
Saat itu, lanjut Sentanu, pembuat video sempat menyampaikan kepada pengelola soal perjumpaannya dengan seekor macan.
Namun, dari pihak pengelola tetap tidak mempercayai begitu saja. Dengan dasar bahwa sekitar area Pantai Menganti bukan habitat asli macan.
"Video itu meresahkan banget. Selama ini tidak ada kasus penyerangan dari binatang buas. Entah itu ke masyarakat atau pengunjung," ujarnya.
Seperti diketahui, Pantai Menganti masuk dalam destinasi wisata favorit di Kebumen. Wisata eksotis ini terbilang cukup moncer jika dibanding wisata plat merah yang dikelola pemerintah daerah
Bahkan, pada musim libur lebaran tahun 2022 lalu, jumlah pengunjung tercatat mencapai 115 ribu wisatawan. Atau terbanyak ketiga jumlah kunjungan wisata di Jawa Tengah.
Di hari biasa, pengelola mencatat total penjualan tiket Pantai Menganti sekitar 500 tiket. Adapun pada hari libur terjual hingga mencapai 2.000 tiket. "Setiap tahun kami coba evaluasi, apa yang menjadi kebutuhan wisatawan biar semakin betah," jelas Sentanu.
Penasehat Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Karangduwur Sarno mengatakan, sejauh ini belum ada cerita mengenai keberadaan macan di sekitar Pantai Menganti.
Dia menyebut, beberapa hewan liar yang hingga kini masih kerap muncul seperti kera ekor panjang dan biawak.
"Saya itu umur sudah 70 tahun. Dari kecil sampai sekarang belum pernah dengar ada macan," jelasnya.
Sarno yang juga tokoh masyarakat setempat itu meragukan saat pertama mendengar kabar kemunculan macan di desanya. Ia pun perihatin atas informasi yang beredar, hingga mengakibatkan masyarakat cukup resah.
"Di sekitar pantai saya pastikan belum pernah ada (macan). Kalau monyet mungkin, disini banyak," jelasnya. (fid)