PURWOREJO, Radar Jogja - Kontingen Purworejo meraih satu medali perunggu pada cabang olahraga (cabor) shorinji kempo. Yakni, dalam ajang Indonesia Martial Art Games (IMAG) 2023 pada 22-31 Oktober 2023 di Bekasi dan Bogor.
Manajer tim dari Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Pengcab (Pengurus Cabang) Purworejo Anggit Wahyu Nugroho menyampaikan, peraih medali tersebut adalah Nayrara Desqya.
Dia merupakan siswi kelas 9 SMP Kristen Widhodho Purworejo. Dia meraih medali pada 24 Oktober lalu di Bekasi.
"Nayrara meraih perunggu kelas randori 65 kilogram (kg) putri," ungkapnya Minggu (29/10).
Baca Juga: Untidar Gandeng KONI, Deteksi Dini Atlet Berpotensi di Kota Magelang
Disebutkan, ajang IMAG 2023 ini merupakan event perdana di Indonesia untuk cabor-cabor beladiri yang rencananya rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali.
IMAG merupakan ajang PON remaja B usia 15-18 tahun untuk cabor beladiri seperti kempo, ju jitsu, kickboxing, sambo, taekwondo, dan sebagainya.
Ada sembilan cabor beladiri yang dipertandingkan pada IMAG 2023. Untuk kempo, ada 20 nomor yang diikuti 174 atlet dari 15 provinsi. Kontingen Purworejo sendiri mengirimkan 11 atlet, tiga official, dan satu manajer.
"Kempo Purworejo bersama Surakarta mewakili Provinsi Jateng pada ajang tersebut," katanya.
Anggit menambahkan, sebenarnya dia menargetkan paling tidak tiga medali di nomor randori perorangan putra kelas 55 kg, randori perorangan putri kelas 65 kg, dan embu beregu putri.
"Tidak sesuai target tetapi tidak apa-apa. Ajang itu lebih pada memberikan pengalaman bertanding perdana pada event kelas nasional pada atlet Purworejo," ucap Kabag Perekonomian Setda Purworejo itu.
Baca Juga: Patenkan, Nglarak Blarak Meriah di Pantai Glagah dalam Rangkaian Hari Jadi Ke-72 Kulon Progo
Pasca kejuaraan itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait pola pelatihan yang sudah berikan kepada para atlet.
"Perkemi Purworejo sudah mencanangkan pelatihan jangka panjang untuk meningkatkan prestasi Kabupaten purworejo pada cabor kempo," ujar Anggit.
Ke depan, dia akan lebih memfokuskan pada pembinaan kempo di tingkat remaja usia SMP dan SMA. Sebab, atlet kempo Kabupaten Purworejo didominasi oleh usia remaja.
Selain itu, saat ini juga tersedia kejuaraan baik di tingkat provinsi dan nasional baik Popda, Porprov, dan IMAG.
"Perkemi Pengcab Purworejo saat ini juga tengah menjajaki peluang pendirian Dojo di perguruan tinggi, misalnya Universitas Muhammadiyah Purworejo yang berada di pusat kota Purworejo," terang dia.
Itu menjadi salah satu upaya antisipasi agar tidak terjadi kasus kehilangan atlet dan berhasil membela dan mendulang medali untuk daerah lain.
Baca Juga: Safari Politik Blusukan ke Watucongol, Gibran: Jateng Jadi Medan Pertempuran
Dia berharap, pengcab juga mendapat dukungan dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pemkab Purworejo, bahkan dunia usaha, untuk pengembangan beladiri kempo di Purworejo.
"Salah satunya dengan menyediakan sarana prasarana berlatih yang memadai dan juga pelatih," harap Anggit. (han)