RADAR JOGJA - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka diketahui telah menerima surat keputusan (SK) rekomendasi sebagai bakal calon Wakil Presiden (bacawapres) Prabowo Subianto dari Partai Golkar, Sabtu (21/10). Menanggapi hal itu, bacawapres dari Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar turut mengucapkan selamat.
"Selamat untuk Gibran. Welcome to the jungle. Selamat datang dalam pertempuran politik. Mari kita susun rangkaian persaingan politik dengan riang gembira. Karena kita adalah sesama anak bangsa," terang Cak Imin usai apel Hari Santri Nasional di Lapangan Tegalrejo, Magelang, Minggu (22/10).
Menurutnya, kontestasi politik tidak bisa dibayangkan linier. Melainkan bersifat dinamis dan perlu adanya persaingan. Namun, persaingan itu, lanjut dia, sebaiknya diisi dengan riang gembira. Dia juga meminta agar seluruh calon tetap objektif, rasional, terbuka, dan jujur.
Terlebih, kabar soal Gibran yang bakal diusung jadi bacawapres dari Prabowo telah beredar luas. Hal itu, bagi pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin, tidak menjadi pesaing yang berat. Sebab, keduanya optimistis bakal menang dan meraup suara terbanyak pada putaran pilpres 2024.
Penilaian serupa juga berlaku bagi pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Pasangan Anies-Cak Imin (Amin) tidak memandang mereka sebagai pesaing yang berat. Cak Imin pun tidak merasa perlu mengkhawatir apapun. Karena semua calon punya kans atau peluang dan kelebihan masing-masing.
Terkait dengan problematika Gibran dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dia enggan berkomentar. "Silakan rakyat menilai. Saya sebagai kompetitor tidak berhak menilai," lontarnya.
Baca Juga: Puluhan Siswa, Guru hingga Wali Siswa SMP di Magelang Jadi Sasaran Ekshibisionis
Dia pun menyerahkan seluruhnya kepada rakyat Indonesia pada pilpres 14 Februari 2024 mendatang. Lebih-lebih, keduanya telah menyiapkan strategi untuk konsolidasi kepada basis massa NU di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Yang mana Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menduduki nomor 1 di Jawa Timur dan nomor 2 di Jawa Tengah.
"Pokoknya semua strategi kita pakai. Yang penting Amin menang di Jawa. Apalagi luar Jawa. Lebih gampang. InsyaAllah (yakin bisa menguasai basis massa NU). Dari dulu NU tidak pernah khawatir dengan perbedaan pilihan dan pendapat. Yang penting PKB solid," tegasnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo