RADAR JOGJA - Di kala El Nino seperti saat ini, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi fenomena yang cukup sering terjadi termasuk di Kabupaten Purworejo.
Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo mencatat selama Oktober ini sudah ada empat kebakaran hutan di Kabupaten Purworejo.
Yakni, di Desa Kalirejo, Desa Semagung (Kecamatan Bagelen), Desa Somongari (Kecamatan Kaligesing), dan Desa Samping (Kecamatan Kemiri).
Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Haryono mengatakan, berbagai upaya dilakukan oleh tim BPBD Purworejo untuk memadamkan api.
Baca Juga: Bos Apple Kasih Pesan Menusuk ke Warga RI Pemilik iPhone, Seperti Apa Isinya..
Terkadang, medan dan lokasi hutan yang ada di perbukitan menyulitkan proses evakuasi.
"Jika lokasi sulit dijangkau oleh mobil pemadam, kami gunakan cara manual untuk memadamkan api. Yaitu, dengan menggunakan daun kelapa hijau atau blarak," sebutnya Kamis (19/10).
Selain itu, memutus rambatan api agar tidak melebar. Yaitu, dengan menjauhkan segala barang yang mudah terbakar seperti daun kering atau ranting dari lalapan api.
"Kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dan mitigasi," ujar dia.
Dia berharap dan meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati saat membakar sampah atau membuang putung rokok di lahan atau hutan.
Terlebih, di wilayah yang memiliki cakupan lahan cukup luas seperti di Kecamatan Kaligesing, Bagelen, Loano, Bener, Kemiri, Pituruh, dan Bruno.
Baca Juga: Cedera ACL, Neymar Bakal Absen Selama Satu Musim Bersama Al-Hilal
Mengingat, tiupan angin saat ini cukup kencang sehingga sangat mudah api menyambar dan membesar.
Seperti contoh peristiwa kebakaran lahan di Desa Samping, Kecamatan Kemiri. Awalnya, warga memang sengaja membakar lahan untuk mengepung babi hutan. Namun, api tanpa sengaja meluas.
Warga sempat berusaha memadamkannya tetapi tidak berhasil hingga BPBD Purworejo datang dan berhasil memadamkan api.
"Lahan milik perhutani seluas empat hektare itu habis terbakar api," terang Haryono. (han)
Editor : Bahana.