RADAR JOGJA - Sebanyak 3.205 pelamar calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPK) di Kabupaten Purworejo lolos seleksi administrasi. Sisanya 632 pelamar dinyatakan gugur dalam tahapan seleksi administrasi.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Purworejo Fithri Edhie Nugroho menyebutkan, di hari terakhir pendaftaran yakni 11 Oktober lalu, jumlah total pelamar calon PPPK di lingkungan Pemkab Purworejo sebanyak 3.837 pelamar.
Yakni, pelamar PPPK tenaga guru 1.558 orang, PPPK tenaga kesehatan 1.648 orang, dan PPPK teknis sebanyak 631 orang. "Yang memenuhi syarat atau dinyatakan lolos verifikasi berkas administrasi sebanyak 3.205," katanya Senin (16/10).
Saat ini, sudah memasuki tahap pengumuman hasil seleksi administrasi dan bisa dilihat di laman SSCASN. Masa sanggah berlangsung mulai 19-21 Oktober dan masa jawab sanggah mulai 19-23 Oktober 2023 mendatang. "Sementara jumlah yang memenuhi syarat segitu. Kemungkinan setelah final pascasanggah bisa bertambah yang memenuhi syarat," imbuh dia.
Setelah hasil sanggah diumumkan, mereka akan mulai berkompetisi melakukan serangkaian tes yang sudah dijadwalkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Yakni, untuk berkompetisi memperebutkan 1.563 calon PPPK di Purworejo formasi 2023.
Adapun, jumlah formasi yang dibutuhkan yaitu terdiri tiga jenis formasi yaitu tenaga pendidik atau guru sebanyak 708 formasi, tenaga kesehatan (nakes) 775 formasi dan tenaga teknis sebanyak 80 formasi. Jumlah tersebut tersebar di seluruh instansi pemerintahan di Kabupaten Purworejo.
Fithri berharap, seluruh tahapan seleksi dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Purworejo mendapatkan calon yang terbaik dan sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan. "Harapannya, formasi yang dibuka juga bisa diisi semua. Jadi tidak kosong-kosong," harap dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Wasit Diono mengatakan, formasi itu dibuka untuk guru TK, SD, dan SMP di Kabupaten Purworejo. Formasi untuk guru SD yang paling banyak. Wasit berharap, formasi tenaga pengajar tersebut dapat terpenuhi. Dengan begitu, pendidikan di Kabupaten Purworejo menjadi jauh lebih baik. Menurutnya, pembukaan PPPK oleh pemerintah pusat sangat berdampak positif. Sebab, mampu menekan kekurangan jumlah guru di Kabupaten Purworejo. Pada 2020, Purworejo kekurangan guru lebih dari dua ribu. "Bersyukur pada 2021 ada penerimaan PPPK tahap pertama sebanyak 1.559, pada 2022 sekitar 500-an dan 2023 ini ada 708 formasi. Maka sudah ada penambahan yang cukup signifikan," jelas dia. (han/pra)
Editor : Satria Pradika