KEBUMEN - Seluruh pengurus maupun anggota Gerakan Pemuda Kabah (GPK) di Kebumen diminta menahan diri pasca bentrokan di Muntilan, Magelang pada Minggu (15/10) sore.
Para kader dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini diimbau menyikapi insiden kemarin dengan kepala dingin.
"Kami sudah menghimbau kepada seluruh PAC GPK dikebumen untuk tenang. Jangan sampai terprovokasi," tegas Ketua GPK Kebumen Nur Khadik, Senin (16/10).
Dia mengingatkan, agar kader PPP di Kebumen menjaga kondusifitas keamanan di wilayah masing-masing. Para kader diajak untuk tidak larut dalam konflik. Justru, kata dia, ada yang lebih penting, yakni memupuk soliditas demi pemenangan Pemilu 2024.
"Kami fokus memenangkan PPP di 2024," terangnya.
Baca Juga: Prilly Latuconsina, Aktris Multitalenta dan Selebriti Muda yang Menginspirasi
Menurutnya, terkait bentrok antar kader partai kemarin memang mengundang keprihatinan. Dia mendorong aparat segera mengusut tuntas dan menyelesaikan melalui jalur hukum. Dia juga berharap insiden serupa tidak terulang di lain tempat.
"Negara kita adalah negara hukum, kami serahkan segala sesuatu kaitan dengan pelanggaran hukum," ucapnya.
Seperti diketahui, bentrokan antar kelompok massa pecah di Jalan Pemuda, Muntilan, Magelang. Kedua kelompok tersebut terlibat aksi saling lempar menggunakan batu.
Tak hanya itu, enam unit sepeda motor juga menjadi sasaran pembakaran.
Baca Juga: Diterjang Banjir dan Cuaca Buruk, Israel Tunda Serangan karena Persulit Rencana Invasi Ke Gaza
Bentrokan berawal dari kelompok massa yang menamakan diri Laskar BSM PDIP (Jogja) hendak pulang usai menghadiri kegiatan di Mungkid, Magelang.
Sesampainya di Batikan Pabelan, Mungkin terjadi gesekan dengan kelompok massa GPK Militan yang merupakan badan sayap PPP.
Suasana semakin memanas ketika kelompok GPK menghadang rombongan simpatisan PDIP di Muntilan. Akhirnya bentrok tak terlakkan. (fid)
Editor : Bahana.