RADAR JOGJA- Bentrokan antarmassa simpatisan terjadi di Muntilan pada Minggu (15/10). Aksi baku hantam, saling melempar batu, dan benda tumpul lainnya tidak terelakkan. Bahkan, massa secara anarkis memecahkan kaca mobil bak terbuka dan berujung pada pembakaran beberapa kendaraan sepeda motor.
Akibat bentrokan tersebut, arus lalu lintas tersendat. Bahkan, petugas kepolisian terus berupaya meredam aksi massa yang mengganggu arus lalu lintas. Sebab ada sejumlah kendaraan yang dibiarkan tergeletak di jalan raya. Video aksi itu telah beredar luas di media sosial dan mendapat atensi dari khalayak ramai.
Baca Juga: Bentrok Antarmassa Simpatisan di Muntilan, Kendaraan Dibakar
Aparat kepolisian dan TNI pun mencegah bentrok semakin memanas. Termasuk menerjunkan mobil pemadam kebakaran dan kendaraan taktis anti huru-hara. Hanya saja, jumlah personel tidak sebanding dengan massa yang ada.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengatakan, bentrok massa ini berawal dari gesekan antara rombongan simpatisan salah satu partai dengan warga. Tepatnya di Dusun Kalangan, Desa Pabelan, Mungkid sekitar pukul 15.00. Mereka diketahui selesai melakukan kegiatan di Lapangan drh Soepardi, Sawitan.
Lantas rombongan tersebut melanjutkan perjalanan dan melintas dari Palbapang menuju ke Muntilan. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), seorang warga yang diduga seorang simpatisan partai lain, ternyata melakukan provokasi. Hingga akhirnya turun ke jalan.
Baca Juga: Bentrokan di Muntilan Bikin Arus Lalulintas Jogja-Magelang Macet Panjang
"Katanya ada yang blayer-blayer di sana (Kalangan, Red). Mereka (rombongan) mau pulang ke arah Jogja, ternyata dicegat di sini (Muntilan, Red). Sekitar pukul 16.00," ujarnya di lokasi, Minggu malam (15/10).
Hal itu membuat kondisi semakin memanas. Kemudian melakukan pengerusakan terhadap sepeda motor dan rumah warga. Kedua simpatisan tersebut melakukan aksi saling melempar batu hingga benda tumpul lainnya. Termasuk merusak kaca jendela rumah warga.
Kondisi tersebut bisa diurai setelah beberapa jam kemudian. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam aksi anarkis tersebut. Hanya saja, ada sejumlah motor yang menjadi korban atas insiden itu.
Baca Juga: Kabupaten Magelang Jadi Salah Satu Daerah Rawan
Begitu pula dengan kaca jendela milik Untoro, Budiyanto, dan panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah, pecah. Namun, polisi masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait dengan kerusakan lainnya.