RADAR JOGJA - Sejak kemarau melanda, dua truk tangki air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang beroperasi 24 jam. Untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Bahkan, setiap armada beroperasi 10 hingga 12 kali per hari untuk pendistribusian tersebut.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono menyebut, telah memiliki peta kebencanaan di wilayahnya. Termasuk terkait dengan daerah-daerah yang tengah menghadapi krisis air bersih di musim kemarau seperti saat ini. Hingga saat ini, BPBD telah melakukan pendistribusian air bersih kepada 35 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Magelang.
BPBD juga telah mendistribusikan air bersih ke berbagai SD, SMP, dan pondok pesantren di daerah itu. "Kami terus bergerak (mendistribuksikan air). Kami juga memohon maaf kepada warga apabila kami tidak bisa memenuhi (kebutuhan air bersih) seketika itu juga," bebernya Minggu (15/10).
Sebab penjadwalkan yang dilakukan semata-mata untuk memudahkan penyaluran air bersih kepada daerah yanng membutuhkan. Terlebih, hingga saat ini, BPBD masih mengandalkan sumber air di Tuk Mudal, Ngrajek, Mungkid untuk pendistribusian.
Sementara sumber air lain seperti di Tegalrejo dan Secang belum dimanfaatkan secara optimal. Kecuali oleh kalangan relawan kebencanaan untuk membantu warga memperoleh pasokan air bersih. "Silakan ambil (air) di sumber mata air. Sepanjang tidak digunakan untuk kepentingan keuntungan pribadi (dijual, Red)," katanya.
Edi mengimbau, warga berhemat dalam penggunaan air bersih karena saat ini masih kemarau panjang. Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menginformasikan jika musim kemarau tahun ini dialami selama Juni hingga awal Desember 2023.
Selain mengandalkan dua truk tangki air milik BPBD, dia juga membuka seluas-luasnya kepada instansi atau pihak lain untuk menyalurkan bantuan air bersih. BPBD juga telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak, seperti BUMD, BUMN, dan PDAM terkait dengan penanganan dampak kemarau.
Dia menambahkan, BPBD juga melibatkan kalangan relawan di berbagai tempat dalam penanganan krisis air bersih. "Pihak-pihak lain apabila akan ada kontribusi terkait meringankan masyarakat (terdampak kekeringan, red), silakan berkoordinasi dengan kami," sebutnya. (aya/pra)