MUNGKID - Gas alam telah mengalir dari Balkondes Pertamina Gas Negara (PGN) Karangrejo, Kabupaten Magelang. Gas tersebut sudah dinikmati warga.
Kepala Desa Karangrejo Muhammad Hely Rofikun menyebut, pembangunan pipa gas sepanjang 3.900 meter. Itu untuk melayani ratusan sambungan jaringan gas bumi rumah tangga.
"Itu (gas alam) disalurkan kepada 226 kepala keluarga (KK) di dua dusun. Yakni, Dusun Bumen Jelapan dan Kretek 2. Masih ada empat dusun atau kurang dari 800 KK yang belum mendapatkan manfaat dari gas alam tersebut,” bebernya Rabu (11/10).
Keuntungannya, lanjut dia, warga tidak perlu repot membeli tabung gas melon. Bahkan, harganya cenderung lebih ekonomis.
Dia menambahkan, para warga penerima manfaat itu sudah merasa nyaman menggunakan gas alam. Termasuk dirinya yang sebelumnya bisa menghabiskan antara lima hingga enam tabung gas. Mereka pun tidak takut jika sewaktu-waktu kehabisan gas.
Sementara untuk kapasitas gas alam itu, dia tidak mengetahui secara pasti. Hanya saja, setiap 15 hari atau satu bulan sekali, ada mobil tangki yang datang. Mengisi kembali gas alam tersebut.
Dia berharap, penggunaan gas alam ini dapat menyentuh ke empat dusun lainnya. “Ini (gas alam) sangat membantu. Agar warga juga punya kreativitas untuk menumbuhkan UMKM, seperti makanan ringan,” ujarnya.
Regional Super Service Sales and Operation Regional III PGN Hamal Syahan menuturkan, gas alam dari Balkondes PGN Karangejo itu didapat dari Semarang, Jawa Tengah maupun Surabaya, Jawa Timur.
Lalu, dialirkan ke dua dusun di Desa Karangrejo. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti volume dari gas alam tersebut.
Hamal menambahkan, penggunaan gas alam ini dinilai lebih aman karena memiliki tekanan yang lebih rendah. Sehingga daya explosive-nya juga rendah.
Terlebih, gas alam yang disalurkan melalui pipa-pipa ke rumah tangga itu, sudah terjamin keamanannya. “Kami terus melakukan sosialisasi terkait dengan kemudahan dan keamanan,” sebutnya.
Selain itu, ada regulator pengaman yang dipasang mulai dari sumber gas menuju rumah tangga. Dia juga memiliki Matering and Regulating Station (MR/S) untuk pengaman sekaligus pengatur tekanan gas ke palanggan PGN. Jika terjadi kebocoran, pengguna dapat menutup keran gas.
Dia berharap, penggunaan gas alam ini mampu meningkatkan taraf hidup. Utamanya bagi warga di Desa Karangrejo.
Dia juga mengimbau agar warga tidak membakar dahan atau sampah di dekat pipa gas alam. Kemudian, tidak mencangkul sesuatu di lokasi yang terdapat pipa gas.
"Bila kena cangkul atau ekskavator, bisa kontak langsung di call enter kita,” sambungnya. (aya)