KEBUMEN - Kekurangan personel sekaligus peralatan menjadi persoalan tersendiri di lingkungan Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kebumen. Terbatasnya jumlah SDM ini dinilai berimbas terhadap penanganan kebakaran di wilayah Kebumen.
Sekretaris Satpol PP Kebumen Sugito Edi Prayitno mengatakan, Kebumen memiliki wilayah cukup luas jika dibanding kabupaten lain. Risiko ancaman kebakaran juga cukup tinggi.
Baca Juga: Gerak Cepat, Kejari Kebumen Geledah Gudang Pupuk di Gombong
Namun, kondisi ini tidak dibarengi jumlah kebutuhan personel serta ketersediaan peralatan yang memadai.
"Jumlah personel damkar sekarang ada 67 orang. Idealnya 250 orang. Sangat kekurangan," katanya, Selasa (10/10).
Baca Juga: SMPN 5 Kebumen Libatkan Polisi dan Psikolog Antisipasi Bully
Sugito menyebut, saat ini Damkar Satpol PP hanya memiliki empat posko damkar. Yakni, di Pos Induk Satpol PP Kebumen, Pos Damkar Gombong, Pos Damkar Petanahan dan Pos Damkar Prembun.
Jumlah pos tersebut menurutnya belum mewakili seluruh kecamatan. "Di 2024 rencana akan ada satu pos di Karangsambung. Supaya bisa meng-cover daerah sana," ungkapnya.
Idealnya, kata dia, harus ada penambahan dua titik pos baru di wilayah barat dan utara Kebumen. Keberadaan dua pos tersebut akan memudahkan penanganan kebakaran yang selama ini sulit dijangkau petugas.
"Respons 15 menit dari laporan awal. Tidak mungkin kami menjangkau ke arah Karangsambung dan Sadang dalam waktu itu. Minimal 40 menit sampai titik sana," ucapnya.
Baca Juga: Pendaftaran IKD Baru 5,37 Persen karena Warga Tak Familiar
Sugito mengungkapkan, penanganan kebakaran juga dihadapkan kendala keterbatasan armada damkar. Meski begitu, dia memaklumi karena pengadaan armada damkar butuh anggaran cukup besar.
"Sekarang kami baru punya lima unit armada. Kalau mau tambah memang mahal, harga terakhir satu unit Rp 1,8 miliar," bebernya.
Sugito menyebut, angka kebakaran di Kebumen terbilang cukup tinggi. Hingga memasuki Oktober 2023 saja sudah mencapai 60 kasus.
Baca Juga: Banyak Baliho dan Reklame Bacaleg Bodong, Satpol PP Kebumen Copot Papan Iklan Tak Berizin
Adapun kerugian materil ditaksir mencapai ratusan miliar. Atas kondisi tersebut pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap ancaman kebakaran.
"Kebakaran bukan bencana, tapi musibah yang dapat dicegah. Sudah sering kami sosialisasi, terutama ke wilayah susah dijangkau," jelasnya.
Terpisah, tokoh pemuda asal Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Nanang Jamaludin, mendukung keberadaan pos damkar di wilayah utara Kebumen.
Baca Juga: Wisata Dikelola Pemkab Kebumen Dianggap Kalah Pamor
Keberadaan pos damkar tersebut otomatis akan jauh lebih efektif dan efisien dalam penanganan kebakaran. Dengan begitu diharapkan meminimalisasi risiko yang ditimbulkan.
"Tidak memungkinkan armada jalan cepat kalau ada kebakaran. Risiko juga karena bawa muatan berat. Alternatif ya itu, ada pos sendiri," ujarnya. (fid)