RADAR JOGJA - Kota Magelang mulai diguyur hujan angin pada Senin (9/10) sore. Meski hanya sebentar, tapi mengakibatkan sejumlah bencana. Mulai dari jaringan kabel yang putus hingga beberapa tenda UMKM pada gelaran Maulid Fest 2023 di GOR Samapta, roboh.
Hujan deras mulai turun sekitar pukul 17.10. Yang ditandai dengan mendung dan rintik gerimis. Aroma petrikor mulai menyeruak seiring hujan yang turun. Warga Magelang pun bersyukur dengan hal itu. Karena beberapa bulan tidak turun hujan dan membuat cuaca lebih sejuk ketimbang biasanya.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang Machbub Yani Alfian mengonfirmasi jika hujan itu membuat sejumlah kerusakan. Termasuk jaringan telepon yang putus dan masuk ke selokan. "Lokasinya di Potrobangsan RW 7. Tepatnya di belakang puskesmas pembantu (pustu)," ujarnya saat dikonfirmasi.
Kemudian, ada ranting pohon patah di depan perum Rindam. Selain itu, atap warung yang terbuat dari seng beterbangan. Lokasinya di halaman parkir puskesmas Magelang Tengah. Ada pula ranting besar yang patah di gapura tempat parkir TKL Ecopark.
Sementara itu, ada beberapa tenda UMKM di GOR Samapta yang roboh. Yang mana mengakibatkan beberapa tenda dan satu gerobak UMKM rusak. Beruntung, BPBD Kota Magelang beserta relawan bahu-membahu mengatasi hal itu. "Alhamdulillah semua sudah teratasi," bebernya.
Kepala UPT Sport Center Gelora Sanden Bayu Saputro mengatakan, ada 50 tenda UMKM. Sebanyak 18 tenda di antaranya roboh sekaligus rusak akibat hujan deras dan angin kencang itu. "Beberapa gerobak dan properti UMKM juga rusak," terangnya.
Dia menambahkan, atap ruangan yang ada di gedung GOR Samapta juga rusak. Saat ini, telah dilakukan pembersihan oleh BPBD dan tenda itu sudah diperbaiki. Karena para pelaku UMKM itu masih memanfaatkan tenda untuk berjualan pada Maulid Fest 2023 yang berlangsung pada 9-10 Oktober. (aya)
Editor : Heru Pratomo