RADAR JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen melalui PT Aneka Usaha Kebumen Jaya mematok target hasil produksinya mampu bersaing hingga kancah nasional. Perusahaan pelat merah tersebut terus berupaya agar komoditas lokal khas Kebumen diterima pasar nasional.
Direktur PT Aneka Usaha Kebumen Jaya Wahyu Sugiantoro mengatakan, meski baru terbentuk seumur jagung pihaknya mantap bersaing dengan perusahaan pemerintah maupun swasta. Sejumlah strategi kini terus dilakukan dengan mengedepankan prinsip transformasi bisnis. "Kami mulai beroperasi sekitar empat bulan. Sampai titik sekarang kami ingin mewarnai pasar nasional," katanya, Senin (2/10).
Menurutnya, potensi lokal Kebumen memiliki peluang mengisi pasar nasional. Terlebih, kata dia, pemerintah pusat kini cukup membuka diri melalui skema bisnis dari anak perusahaan milik BUMN. "Contoh, sekarang bidang pangan yang ngurusi itu ID Food. Disitu banyak anak perusahaan karena satu holding. Target kami bisa masuk jadi rekanan," ungkapnya.
Wahyu menjelaskan, PT Aneka Usaha Kebumen Jaya dibentuk sama seperti BUMD lain. Sama-sama berorientasi bisnis guna membantu sektor pendapatan asli daerah. Pemkab, kata dia, telah menyiapkan anggaran secara berkala. Totalnya senilai Rp 10 miliar untuk penyertaan modal awal. "Belum bicara besaran dividen, soalnya perusahaan baru. Tapi tetap ada angka masuk," jelasnya.
Dia menyebut, pihaknya bergerak di berbagai sektor bisnis. Mulai dari perdagangan umum, pergudangan, pariwisata hingga industri lokal yang disesuaikan dengan karakter Kebumen. Kendati begitu, sementara ini BUMD yang masih seumur jagung itu masih fokus pada sektor pangan dan pariwisata. "Masih menyesuaikan potensi daerah. Paling peluang itu soal pangan sama biro perjalanan," katanya.
Lebih lanjut, khusus di bidang pangan, PT Aneka Usaha Kebumen Jaya mengandalkan hasil panen dari petani, peternak maupun nelayan lokal. Setelah itu diolah secara mandiri, sehingga dari segi harga mampu bersaing dengan pemasok lain. "Kami ambil dari petani gabah kering panen. Patokan harga tetap merujuk Bappanas. Baru diolah jadi beras medium atau premium. Kami diuntungkan karena pemkab punya sentra pengolahan beras. Otomatis harga bisa selisih," ucapnya.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto sebelumnya menyampaikan, kehadiran BUMD PT Aneka Usaha Kebumen Jaya diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Terutama mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat ketika harga mengalami lonjakan. "Yang kami jual memang harganya lebih murah, karena tujuannya penyangga kebutuhan masyarakat," ujarnya. (fid/pra)