Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jut Bio Ruwat Bumi Minta Hujan, Bawa Patung Kim Sien Keliling Kota

Naila Nihayah • Minggu, 1 Oktober 2023 | 20:57 WIB
SAKRAL: Para peserta kirab Jut Bio membawa tandu berisi patung dewa-dewi dari masing-masing kelenteng, Minggu (1/10).
SAKRAL: Para peserta kirab Jut Bio membawa tandu berisi patung dewa-dewi dari masing-masing kelenteng, Minggu (1/10).

 

RADAR JOGJA - Warga Kota Magelang dan sekitarnya tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan di kawasan alun-alun. Mereka ingin menyaksikan kirab ruwat bumi (Jut Bio). Yang mana menjadi agenda lima tahun sekali yang diadakan oleh Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio, Kota Magelang. Para peserta berkeliling dengan membawa tandu berisi patung kim sien atau dewa-dewi.

Rangkaian kegiatan ini diawali dengan membagikan sembako secara simbolis. Kemudian pelepasan balon dan melempar lima bibit. Sebagai simbol agar tanah di Magelang senantiasa subur dan masyarakatnya makmur. Termasuk mendoakan agar pemilu 2024 yang akan datang berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali.

Setelah itu, barulah perwakilan kelenteng membawa tandu yang di dalamnya bersemayam patung dewa-dewi. Selanjutnya, mereka berjalan menyusuri Jalan Alun-alun Selatan, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Yos Sudarso, Jalan Veteran, menuju Jalan A Yani hingga Jalan Pemuda.

Kemudian, berjalan di Jalan Tentara Pelajar, Jalan Jenggolo, Jalan Pajang, menuju Jalan Tentara Pelajar, alun-alun utara, ke arah Jalan A Yani, dan kembali ke TITD Liong Hok Bio. Jarak tempuhnya sekitar lima kilometer (km). Warga sekitar pun antusias menonton kirab, meskipun cuaca tengah terik. Mereka rela berdesakan demi bisa mengabadikan momen itu.

Ketua Yayasan TITD Liong Hok Bio Paul Chandra Wesi Aji mengatakan, kirab ini diikuti oleh ribuan umat Tri Dharma dari 102 kelenteng se-Jawa. Jut bio digelar sebagai bagian dari perayaan kue bulan. Yakni tradisi ritual masyarakat China kuno yang diperingati setiap tanggal 15 bulan kedelapan berdasarkan kalender China.

Dia menyebut, dari 102 kelenteng yang datang, 75 di antaranya membawa kio atau joli (tandu) patung dewa pada saat kirab. Sedangkan berada di TITD Liong Hok Bio untuk menghias kelenteng. "Ruwat bumi ini sekaligus untuk mendoakan agar semua sehat san sejahtera. Jalan kakinya sekitar lima km," ujarnya, Minggu (1/10).

Pembina TITD Liong Hok Bio Liem Wan King mengatakan, ruwat bumi ini agar masyarakat senantiasa diberi kesehatan, sejahtera, dan usahanya lancar. Serta diselipkan doa khusus agar lancar menghadapi pemilu 2024. "Kami meruwat aja. Kami mengharapkan semuanya baik, lancar, sehat, dan semoga hujan turun pada waktunya. Itu saja, nggak ada makna khusus," bebernya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang Sofia Nur mengatakan, kirab ini sebagai bentuk implementasi dari Kota Toleransi. "Jadi, untuk semua agama harus bisa memasifkan bahwa agama ini semua ada di Indonesia, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu," paparnya.

Menurutnya, lewat kirab budaya ini, dapat mempererat persatuan dan kesatuan antarumat beragama, khususnya di Kota Magelang. "Antusiasinya tinggi sekali. Karena masyarakat juga ingin melihat seperti apa kebudayaan yang ada di Indonesia, khususnya dari umat Tri Dharma," lanjutnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #kirab budaya #Tri Dharma